Brilio.net - Sebuah aksi penyelamatan dramatis dilakukan oleh tim Pemadam Kebakaran (Damkar) terhadap seorang remaja berusia 17 tahun berinisial P yang terjatuh ke dalam sumur sedalam 16 meter. Peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah proses evakuasi yang berlangsung selama 7 jam terekam secara emosional.
Menurut keterangan Ade Bhakti Ariawan, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran, Kota Semarang, korban diketahui berada pada posisi 6 meter dari bibir sumur, sementara ketinggian air di bawahnya mencapai 10 meter dari dasar sumur. Selama berjam-jam, P harus berjuang menahan bobot tubuhnya sendiri dengan mengandalkan dorongan kaki dan punggung ke dinding sumur agar tidak tenggelam.
BACA JUGA :
Kunci ketinggalan di dalam Porsche 5 jam, pria ini terpaksa panggil petugas Damkar pecahkan kaca
“Sumur kedalaman 16 meter, posisi p**** 6 meter dr bibir sumur, ketinggian air kurang lebih 10 meter dari dasar sumur, p**** menahan bobot tubuhnya mengandalkan dorongan kaki & punggung ke dinding sumur selama 7 jam…,” tulis Ade Bhakti dikutip brilio.net dari Instagram adebhakti, Rabu (28/1).
Tantangan Komunikasi dan Trauma Korban
Evakuasi dramatis remaja 17 tahun terjebak di sumur
foto: Instagram/@adebhakti
BACA JUGA :
Salut! Tinggalkan momen dilantik jadi PPPK, petugas damkar Lebak pilih gercep tangani kebakaran
Proses evakuasi tidak berjalan mudah karena kondisi psikologis korban yang tampak trauma dan sulit diajak komunikasi. Petugas di lapangan sempat menduga adanya gangguan jiwa, meski hal tersebut belum terkonfirmasi dalam unggahan Instagram adebhakti.
P sempat menunjukkan gelagat perlawanan saat seorang petugas mencoba mengangkatnya ke atas, sehingga tim Damkar pun mempertimbangkan pemberian obat penenang dari dokter yang datang langsung ke tempat kejadian perkara (TKP).
Ade Bhakti juga mencoba bertanya pada keluarga dan warga yang berkerumun, biasanya korban menurut kepada siapa saat diajak bicara.
Seorang ibu-ibu pun hadir di lokasi lantas memberikan semangat sambil menangis agar korban mau mengikuti instruksi petugas.
"P, munggah (naik) ya sama Bapak-e ya nang (nak). P naik sayang," ujar ibu berjilbab itu membujuk P dari bibir sumur.
Situasi Emosional Saat Sang Ayah Turun ke SumurSang ayah dari korban akhirnya juga turun ke dalam sumur untuk membujuk sang putra. Ia sempat menangis karena hatinya perih menghadapi anaknya yang terkesan putus asa merasa tidak dipedulikan dan enggan diajak keluar dari sumur.
Evakuasi dramatis remaja 17 tahun terjebak di sumur
foto: Instagram/@adebhakti
Selama proses membujuk, selain menangis, sang ayah juga mencoba menyampaikan bahwa ia sudah menyiapkan menu makanan kesukaan P.
“Bapak udah bikinin telur pakai itu bawang, ayo. Kesukaan p****,” ujar sang ayah yang ingin menyelamatkan anaknya segera.
Evakuasi dramatis remaja 17 tahun terjebak di sumur
foto: Instagram/@adebhakti
Untuk memancing korban agar mau naik, petugas menggunakan berbagai metode bujukan, mulai dari menawarkan kopi, makanan, hingga rokok. Petugas mencoba mencairkan suasana dengan berkata, "Minta kopi? Bentar ya, oke. Nanti naik ya Mas P ya. Kita nanti ngopi di atas ya. Oh bawa rokok banyak, ayo nanti naik.”
Mengingat sulitnya akses fisik, tim Damkar akhirnya memutuskan menggunakan strategi teknis dengan mengisi sumur dengan air secara bertahap melalui selang. Tujuannya agar posisi korban perlahan-lahan terangkat naik ke permukaan tanpa harus dipaksa secara fisik yang berisiko memperparah traumanya.
Akhir Penyelamatan yang MengharukanSetelah persiapan matang, petugas mulai menarik korban secara perlahan seiring dengan naiknya volume air. Detik-detik keberhasilan evakuasi disambut haru oleh keluarga dan warga sekitar. Korban yang berhasil mencapai bibir sumur segera diberikan selimut dan langsung ditangani oleh tim medis untuk dibawa ke layanan kesehatan terdekat.
Aksi heroik petugas Damkar ini menuai empati luas dari netizen yang terenyuh melihat dedikasi para petugas. Banyak pihak memuji kesabaran petugas dalam menangani korban yang sedang dalam kondisi tidak stabil tersebut.
FAQ Proses Penyelematan Orang Terjebak di Sumur1. Mengapa petugas menggunakan teknik mengisi air ke dalam sumur untuk evakuasi?Teknik ini dilakukan agar tubuh korban terangkat secara alami mengikuti kenaikan permukaan air, meminimalkan risiko cedera akibat penarikan paksa serta memudahkan petugas menjangkau korban di sumur yang sempit dan dalam.
2. Bagaimana kondisi fisik P selama terjepit di dalam sumur?P harus menahan bobot tubuhnya dengan cara menekan punggung dan kakinya ke dinding sumur selama 7 jam. Posisi ini sangat menguras energi dan berisiko menyebabkan kram hebat atau kelelahan otot (fatigue).
3. Apa alasan petugas menawarkan kopi dan rokok kepada korban?Hal tersebut merupakan teknik negosiasi dan bujukan untuk membangun komunikasi serta menenangkan korban yang sedang mengalami trauma hebat agar lebih kooperatif selama proses evakuasi.
4. Berapa total kedalaman sumur dan posisi tepat korban saat ditemukan?Total kedalaman sumur adalah 16 meter. Posisi P berada di ketinggian 6 meter dari bibir sumur, dengan cadangan air setinggi 10 meter di bawah kakinya.
5. Siapa saja pihak yang terlibat dalam aksi penyelamatan ini?Evakuasi melibatkan personel Damkar, tim medis (petugas medis), serta pihak keluarga yang membantu proses negosiasi dan pembujukan korban.


