Cilacap, tvOnenews.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat waspada terhadap hujan sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir, khususnya pada sore dan malam hari di wilayah Jawa Tengah bagian selatan dalam beberapa hari ke depan.
"Hujan lebat disertai petir dapat menimbulkan genangan, angin kencang lokal, dan risiko sambaran petir. Masyarakat diimbau berhati-hati terutama di daerah terbuka atau sekitar sungai," kata kata Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo di Cilacap, Rabu (28/1/2026).
Teguh Wardoyo menjelaskan, hujan kembali terjadi di wilayah perkotaan Cilacap dan sekitarnya pada Selasa (27/1) pasca-angin kencang akibat dampak tidak langsung Siklon Tropis Luana.
Selain itu, kata dia, BMKG juga memantau Bibit Siklon Tropis 98S di Samudera Hindia selatan Banten yang saat ini bergerak menjauhi wilayah Indonesia dan berpeluang rendah berkembang menjadi siklon tropis.
"Prakiraan cuaca satu minggu ke depan untuk wilayah Jateng selatan, khususnya Kabupaten Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya menunjukkan potensi hujan ringan hingga sedang hampir setiap hari, dengan hujan lebat disertai petir kemungkinan terjadi pada akhir pekan," katanya.
Ia memprakirakan suhu udara di wilayah Jateng selatan berkisar 24-33 derajat Celsius dengan kelembapan 61-95 persen dan angin dominan bertiup dari arah barat dengan kecepatan 5–45 km per jam.
Menurut dia, BMKG juga memperingatkan tinggi gelombang laut pada 28-29 Januari 2026 di perairan selatan Jateng diprakirakan 2,5-4 meter (kategori tinggi), sedangkan di Samudera Hindia selatan Jateng berkisar 4-6 meter (kategori sangat tinggi).
Terkait dengan hal itu, dia mengimbau nelayan, pelaku wisata bahari, dan masyarakat pesisir untuk menunda kegiatan di laut saat cuaca buruk terjadi.
Dengan kondisi cuaca yang masih dinamis, kata dia, BMKG terus memantau perkembangan atmosfer dan mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti informasi terbaru guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.
"Tingkat kewaspadaan masyarakat terhadap cuaca ekstrem, seperti hujan lebat dan petir, sangat penting. Informasi dan peringatan dini BMKG dapat membantu mengurangi risiko," kata Teguh. (ant/buz)



