Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut akan segera melakukan penertiban kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat menyusul kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di depan Stasiun Tanah Abang yang dipenuhi angkutan umum seperti angkot yang parkir sembarangan hingga maraknya jual beli ilegal obat keras jenis Tramadol.
“Kami akan tertibkan, saya akan minta Satpol PP untuk menertibkan itu,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Advertisement
Pramono menyebut, penertiban itu akan menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mengembalikan fungsi ruang publik, khususnya di kawasan Tanah Abang. Dia mengaku mengikuti persoalan yang beredar terkait kesemrawutan Tanah Abang.
“Jadi saya juga kebetulan mengikuti berita tentang hal ini,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan dari Pramono, terutama terkait penjualan obat-obatan terlarang di Tanah Abang. Pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan instansi terkait, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Kita akan lakukan nanti, ke depannya kan harus koordinasi dulu dengan BPOM, kemudian dengan Kepolisian, secara berkala juga pasti melakukan penertiban,” kata Satriadi.

