Sejumlah perubahan keputihan pada wanita yang perlu diwaspadai

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Keputihan merupakan kondisi yang umum dialami perempuan, namun terdapat perubahan seperti warna, bau, tekstur, atau jumlahnya dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang mendasarinya.

Sebagaimana dilaporkan Hindustan Times, Rabu, dokter spesialis onkologi radiasi sekaligus clinical lead– functional radiosurgery di HCG Hospitals, Dr. Lohith Reddy menjelaskan apa arti perubahan warna, bau, tekstur, dan volume keputihan.

Menurut dia, meskipun keputihan normal terjadi selama siklus menstruasi, kehamilan, dan perubahan hormonal, perubahan warna, bau, tekstur, atau jumlah yang berlangsung terus-menerus tidak boleh diabaikan.

Baca juga: Sejumlah tanda reproduksi pria dan wanita perlu dikonsultasikan

“Saya sering menemui perempuan yang didiagnosis kanker serviks pada tahap di mana tanda peringatan sebenarnya sudah ada, tetapi terabaikan. Salah satu gejala yang paling umum namun sering diremehkan adalah keputihan yang menetap atau tidak biasa,” kata Dr. Lohith.

Dr. Lohith mengatakan salah satu indikator awal perubahan adalah warna keputihan. Warna tertentu dapat menunjukkan kondisi serius yang mendasarinya dan sebaiknya tidak diabaikan.

“Normalnya, keputihan berwarna bening atau keputihan. Keputihan bercampur darah, berwarna merah muda, cokelat, atau cair atau encer yang bercampur darah di luar masa haid sangat mengkhawatirkan,” tuturnya.

Baca juga: Sering gatal di area kewanitaan? bisa jadi gejala "yeast infection"

Ia mengingatkan bahwa perubahan warna dapat menjadi petunjuk penting, di mana keputihan berwarna kuning, hijau, atau abu-abu umumnya mengarah pada infeksi.

“Namun, jika berlangsung lama atau tidak merespons pengobatan rutin, serviks harus dievaluasi secara menyeluruh,” imbuh dia.

Dr. Reddy menjelaskan bahwa keputihan terkait kanker serviks sering tampak sebagai cairan encer yang bercampur darah, terutama setelah berhubungan seksual, di antara periode menstruasi, atau setelah menopause.

Baca juga: Kenali pemicu infeksi jamur vagina

Keputihan yang sehat hampir tidak berbau atau tidak berbau sama sekali. Ia mengatakan bau yang kuat, busuk, atau tidak sedap, terutama jika menetap merupakan tanda bahaya.

“Pada penyakit serviks stadium lanjut, kerusakan jaringan tumor dan infeksi sekunder dapat menimbulkan bau yang sangat tidak sedap. Berbeda dengan infeksi seperti vaginosis bakterialis, keputihan akibat kanker biasanya tidak membaik dengan pengobatan standar,” jelas dia.

Selain warna dan bau, tekstur keputihan juga dapat memberikan petunjuk penting tentang masalah kesehatan yang tersembunyi.

Baca juga: Waspada, makanan ini bisa bikin infeksi jamur vagina makin parah

Dokter onkologi tersebut mengingatkan bahwa tekstur sama pentingnya, meskipun sering kurang diperhatikan. Tanda peringatan paling penting adalah keputihan encer dalam jumlah banyak.

Banyak perempuan, lanjut dia, menggambarkan tekstur tersebut sebagai cairan yang terus keluar, terasa sangat encer, dan bisa membasahi pakaian dalam.

“Seiring waktu, keputihan ini dapat menjadi lengket, bernanah, atau bercampur darah. Berbeda dengan keputihan normal yang bersifat siklik, keputihan terkait kanker bersifat menetap dan semakin memburuk dari waktu ke waktu,” katanya.

Baca juga: Dokter : Penyebab utama keputihan karena kebiasaan mencuci vagina


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dimediasi Disdik, Kasus Pelecehan Anak Influencer di Jaktim Berakhir Damai
• 2 jam laludetik.com
thumb
Prediksi Barcelona vs Copenhagen 29 Januari 2026, Misi Hansi Flick Antar Blaugrana ke 16 Besar
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Negara Mana Saja yang Tergabung Dalam Dewan Perdamaian Gaza dan Siapa yang Menolak? Ini Daftarnya
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Sinopsis Series Melindungimu Selamanya, Series Terbaru Marshanda dan Stefan William
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Pemancing Diterkam lalu Dimakan Macan
• 17 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.