Kasus dugaan pelecehan dan perundungan yang dialami seorang anak perempuan dari seorang ayah influencer di SMP Jakarta Timur berakhir damai. Jalan damai itu dipilih setelah orang tua korban dan pelaku dimediasi sekolah dan Dinas Pendidikan.
Ayah korban mengatakan orang tua para pelaku mengakui anak-anaknya salah. Mereka juga meminta maaf langsung kepadanya dan ibu korban.
"Ya, untuk orang tua (pelaku) alhamdulillah mengakui bahwa anak-anaknya itu salah, dan secara langsung tadi mereka mengatakan minta maaf dengan tulus kepada saya dan istri," kata ayah saat ditemui di kawasan Halim, Jakarta Timur, Rabu (28/1/2026).
Ayah korban menuturkan keputusan mengambil jalan damai karena khawatir dengan kondisi anaknya. Kata dia, sang anak ingin segera kembali bersekolah.
"Dia bilang 'pah, sudah lah ya, aku mau sekolah, aku mau main lagi'. Nah di situ aku apa ya, runtuhlah seorang ayah ketika dengar itu. Jadi ya sudahlah kita cepat-cepat damai," ujarnya.
Ayah korban sempat meminta bantuan kepada Komnas Perlindungan Anak untuk mendapat pendampingan. Untuk itu proses mediasi berlangsung beberapa kali.
"Makanya alhamdulillah sih semua berjalan dengan lancar ya. Jadi ego para orang tua nih sudah mulai menurun, termasuk diri aku sendiri juga sih," ucapnya.
Selanjutnya, ayah korban menyebut ada beberapa kesapakatan untuk mencapai kata damai. Diantaranya pelaku meminta maaf, dan ayah korban bersedia menghapus semua postingan soal kasus ini di media sosial.
"Poin-poinnya (kesepakatan) gini, bahwa para orang tua siswa empat laki-laki itu mengakui salah dan akan mendidik anak-anaknya. Yang (selanjutnya), aku selaku Paparock yang udah memposting semua kejadian ini untuk di-take down dan akan memberikan klarifikasi untuk kejadian yang sebenar-benarnya," imbuhnya.
(tsy/maa)



