Penulis: Kunta Bayu Waskita
TVRINews - Manchester, Inggris
Kegagalan karier internasional Michael Carrick bukan hanya soal teknis. Cedera memainkan peran, namun keputusan taktik pelatih sering kali menjadi penghalang utama.
Michael Carrick memasuki babak baru dalam karier sepak bolanya dengan cara yang nyaris sempurna. Setelah menapaki tangga kepelatihan dari dalam tubuh Manchester United, mantan gelandang elegan itu kini mencatatkan awal karier manajerial yang impresif di Old Trafford.
Hingga 27 Januari 2026, Carrick telah memimpin lima pertandingan resmi Manchester United dalam dua periode berbeda (caretaker pada 2021 dan interim pada awal 2026) dengan rekor empat kemenangan, satu hasil imbang, dan tanpa satu pun kekalahan.
Kemenangan atas rival sekelas Manchester City dan Arsenal pada awal 2026 memperkuat reputasinya sebagai pelatih muda dengan ketenangan, kecerdasan taktik, dan pemahaman mendalam tentang identitas klub.
Dalam era sepak bola modern yang penuh sorotan media, Michael Carrick (lahir 28 Juli 1981) dikenal sebagai gelandang jenius era tahun 2000-an.
Carrick merupakan sosok pengatur tempo permainan, akurasi umpan tajam, dan sosok kunci di lini tengah Manchester United selama satu dekade lebih.
Namun, ironisnya, Carrick tidak pernah benar-benar “terdengar” di panggung terbesar sepak bola dunia, Piala Dunia.
Carrick memang mencatat 34 penampilan untuk Timnas Inggris antara tahun 2001 hingga 2015, tetapi hanya mencicipi satu pertandingan di Piala Dunia, yakni saat melawan Ekuador pada tahun 2006 di Jerman.
Setelah itu, tidak ada lagi menit bermain baginya di turnamen besar, termasuk di Piala Dunia 2010 dan 2014, meskipun ia masuk dalam skuad.
Ironi Karier Klub dan Internasional
Pada level klub, prestasi Carrick tidak terbantahkan. Ia memenangkan belasan gelar bersama Manchester United, termasuk lima gelar Premier League dan satu Liga Champions.
Michael Carrick dianggap sebagai salah satu deep-lying playmaker terbaik generasinya, sering kali disejajarkan dengan maestro Spanyol seperti Xavi Hernandez dan Xabi Alonso oleh para ahli taktik.
Namun ketika memperkuat Timnas Inggris, kisahnya sangat berbeda. Legenda Manchester United, Paul Scholes, menyatakan bahwa penggunaan Carrick oleh pelatih Timnas Inggris sering kali keliru.
Scholes menganggap bahwa kualitas Carrick sering kali gagal menonjol dalam sistem internasional yang lebih mengandalkan fisik, sesuatu yang sangat kontras dengan peran vitalnya di Old Trafford.
Cedera, Taktik, dan Tekanan Mental
Kegagalan karier internasional Carrick bukan hanya soal teknis. Cedera memainkan peran, namun keputusan taktik pelatih sering kali menjadi penghalang utama.
Pelatih Fabio Capello, misalnya, lebih memilih gelandang dengan profil bertahan yang lebih "kaku" seperti Gareth Barry pada Piala Dunia 2010, bahkan ketika Barry tidak dalam kondisi bugar sepenuhnya.
Lebih jauh lagi, Carrick membuka tabir sisi manusiawinya, yakni tekanan mental. Ia mengaku merasa tertekan secara emosional saat membela negaranya.
"Bermain bersama Manchester United selama pramusim itu mudah, tetapi tampil dengan Inggris itu hampir membuatku depresi, sangat membuatku menurun," ujar Carrick kepada BBC.
Pengalaman di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan memberikan efek negatif yang begitu mendalam hingga ia sempat meminta FA untuk tidak lagi memanggilnya.
Pengakuan Para Legenda
Meskipun sering diabaikan oleh negaranya, kualitas Carrick diakui oleh para pemikir sepak bola terbesar dunia. Pelatih legendaris The Red Devils, Sir Alex Ferguson, pernah mengatakan sesuatu tentang Carrick.
"Michael Carrick adalah gelandang asal Inggris terbaik di generasinya. Ia memiliki pengaruh yang sama besarnya dengan Paul Scholes, namun dengan gaya yang lebih tenang dan metodis."
Bahkan pelatih City, Pep Guardiola, yang pernah menjadi rivalnya di kompetisi Eropa, tidak segan memberikan pengakuan.
"Dia adalah salah satu gelandang bertahan terbaik yang pernah saya lihat. Carrick membuat pemain di sekelilingnya menjadi lebih baik. Ia tidak butuh berlari cepat untuk mengendalikan permainan, ia melakukannya dengan otaknya," ujar Pep.
Legenda MU Rio Ferdinand menambahkan bahwa Carrick merupakan gelandang bertahan terbaik yang pernah dimiliki Inggris.
Editor: Kunta Bayu Waskita





