Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Capai Rp163,88 Triliun per November 2025

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pendapatan premi asuransi jiwa sebesar Rp163,88 triliun per November 2025 atau relatif stabil dengan penurunan tipis 0,75 persen secara yoy.

Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Capai Rp163,88 Triliun per November 2025 (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pendapatan premi asuransi jiwa sebesar Rp163,88 triliun per November 2025 atau relatif stabil dengan penurunan tipis 0,75 persen secara yoy. 

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (KE PPDP) Ogi Prastomiyono mengatakan, pertumbuhan premi asuransi jiwa diproyeksikan berada pada kisaran stabil hingga moderat, seiring fokus industri pada keberlanjutan produk, perlindungan konsumen, dan penguatan fundamental.

Baca Juga:
Begini Analisis Saham REAL di Tengah Volatilitas Pasar

"Sementara itu, pendapatan premi asuransi umum tercatat sebesar Rp109,83 triliun, tumbuh 3,03 persen secara tahunan, dengan prospek pertumbuhan ke depan diperkirakan tetap tumbuh, dengan tetap memperhatikan dinamika risiko dan kondisi ekonomi," ujarnya dalam jawaban tertulis Kamis (29/1/2025).

Dari sisi investasi, per November 2025 total investasi industri asuransi jiwa tercatat sebesar Rp585,45 triliun, tumbuh 8,05 persen secara tahunan, dengan penempatan terbesar pada Surat Berharga Negara (SBN). 

Baca Juga:
BCA (BBCA) Umumkan Rencana Buyback Saham Maksimal Rp5 Triliun

Adapun total investasi industri asuransi umum tercatat sebesar Rp139,27 triliun, meningkat 9,28 persen secara tahunan, yang juga didominasi oleh penempatan pada SBN, mencerminkan pendekatan investasi yang prudent dan berorientasi pada stabilitas.

"Untuk mendorong pertumbuhan premi yang berkelanjutan, OJK mengimbau perusahaan asuransi untuk terus memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan kualitas dan relevansi produk, penguatan tata kelola dan manajemen risiko, serta pengembangan produk yang selaras dengan kebutuhan perlindungan masyarakat," tutur Ogi.

Baca Juga:
The Fed Tahan Suku Bunga, Powell Sebut Ada Sinyal Prospek Ekonomi AS

OJK juga mendorong industri untuk melakukan inovasi secara bertanggung jawab dan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan perlindungan konsumen.

(kunthi fahmar sandy)

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Mixed usai The Fed Tahan Suku Bunga, Dow Jones Tetap dan Nasdaq Naik Tipis

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kehidupan Bergerak di Antara Dua Kutub
• 23 jam laluerabaru.net
thumb
Putus dari Arfito Hutagalung, Naysilla Mirdad Tegaskan Tak Ada Orang Ketiga
• 1 jam lalucumicumi.com
thumb
Anggota Komisi III DPR Ini Kritik Kapolres Sleman yang Salah Terapkan Pasal di Kasus Hogi Minaya
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Teknik Ecoprint Jadi Media Pembelajaran Kreatif Berbasis Lingkungan, Membatik dengan Daun
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Menilik Rencana Konservasi Perairan di Maluku dan Nusa Tenggara Barat
• 4 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.