Rumah Penjual Es Gabus di Bogor Tak Layak Huni, Kini Diperbaiki

kompas.com
2 bulan lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Bogor mencairkan dana Rp 20 juta untuk memperbaiki atap rumah Suderajat (49), pedagang es gabus yang dituduh pakai spons, karena dikategorikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Ketua RT setempat bernama Anan mencatat, tiga rumah di lingkungannya tergolong RTLH dan salah satunya milik Suderajat.

“Ini masuk RTLH dari Pemkab Bogor. Bantuannya Rp 20 juta sudah termasuk tukang. Itu untuk atap dan ganti kusen,” kata Anan saat ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: Tak DItemukan Bahan Spons di Pabrik Es Gabus yang Dijual Suderajat

Rinciannya, Rp 18 juta digunakan untuk membeli bahan material, termasuk asbes dan baja ringan.

Keduanya akan menjadi pengganti atap rumah Suderajat yang masih berbahan papan kayu.

Sementara sisanya digunakan untuk kuli bangunan yang diperdayakan dari para warga sekitar. Proses renovasi akan rampung maksimal akhir pekan ini.

Menurut Anan, kondisi rumah Suderajat sudah mulai terlihat rusak sejak satu tahun lalu. Apalagi bagian atap yang mulai melapuk.

Cuaca buruk yang menyebabkan hujan deras sejak sejak satu minggu lalu membuat asbes di atap ambles.

“Kalau mulai rusak sudah ada setahunan, yang lebih parah waktu hujan minggu lalu, itu hujan terus. Asbesnya turun,” kata Anan.

Pantauan Kompas.com di lokasi pada Rabu (28/1/2026), terlihat tumpukan bahan material, asbes, semen, pasir, dan baja ringan disusun di area teras rumah.

Baca juga: Atap Rumah Pedagang Es Gabus yang Dituduh Pakai Spons Ambruk Akibat Hujan Deras

Tembok rumah bagian depan lapuk, terlihat dari beberapa sisinya yang mengelupas dan menunjukkan serat kayu.

Di ruang utama dan kamar, dinding rumah terlihat kotor dan sebagian cat temboknya retak bahkan mengelupas. Beberapa sisi juga menunjukkan jejak lembab berupa jamur.

Selain itu, plafon yang berbahan papan kayu juga sudah tidak menempel dan tampak menjuntai di langit-langit rumah.

Tepat di bagian dapur dan salah satu ruang kamar, plafon sudah ambruk hingga mengakibatkan kasur milik mereka tertimpa dan tak bisa digunakan kembali.

KOMPAS.com/DINDA AULIA RAMADHANTY Kondisi rumah Suderajat (49), pedagang es gabus yang sempat dituduh aparat polisi dan TNI, di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Rabu (28/1/2026).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Di tengah-tengah bangunan ini, beberapa warga setempat bergotong-royong memperbaiki atap rumah Suderajat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Koalisi 40 Negara Desak Pembukaan Selat Hormuz
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
[FULL] Pemerintah Terapkan WFH 1 Hari Demi Hemat Energi, Efektifkah? Ini Kata Pengamat dan Politisi
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Kronologi Kecelakaan Maut Pengemudi Ojol di Jakut, Tiba-Tiba Ubah Arah dan Ditabrak Dump Truck
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Menhan AS Pecat Kepala Staf Angkatan Darat & 2 Jenderal di Tengah Perang Timteng
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
30 Ribu Wisatawan Kunjungi Ragunan Saat Libur Jumat Agung
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.