VIVA – Menjalani program penurunan berat badan sering kali membuat seseorang merasa harus menghindari banyak makanan favorit, termasuk roti. Padahal, roti tidak selalu menjadi musuh dalam diet. Kunci utamanya terletak pada jenis roti yang Anda pilih.
Beberapa jenis roti justru dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama, mengontrol nafsu makan, serta mendukung pola makan yang lebih sehat. Scroll untuk info lebih lanjut...
Banyak orang gagal diet karena terlalu menekan diri dengan aturan makan yang ekstrem. Akibatnya, muncul keinginan balas dendam makan berlebihan. Dengan memilih roti yang tepat, Anda tetap bisa menikmati makanan yang mengenyangkan tanpa mengganggu proses penurunan berat badan.
Melansir dari Healthera, Rabu, 28 Januari 2026, berikut jenis roti yang bagus untuk diet dan layak Anda pertimbangkan.
- Pixabay/dolfinmagikpro
1. Roti Gandum Utuh
Roti gandum utuh merupakan salah satu pilihan terbaik untuk diet. Roti ini dibuat dari biji gandum utuh yang masih mengandung seluruh bagian biji, termasuk dedak dan germ. Kandungan seratnya jauh lebih tinggi dibanding roti putih.
Serat berperan penting dalam diet karena membantu memperlambat proses pencernaan. Hal ini membuat Anda merasa kenyang lebih lama dan mengurangi keinginan ngemil.
Selain itu, roti gandum utuh juga mengandung vitamin B, zat besi, magnesium, dan berbagai mineral penting yang dibutuhkan tubuh selama proses penurunan berat badan.
2. Roti Rye
Roti rye atau roti gandum hitam memiliki tekstur lebih padat dan rasa khas yang sedikit asam. Jenis roti ini dikenal tinggi serat dan memiliki indeks glikemik lebih rendah dibanding roti putih. Artinya, roti rye tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis.
Beberapa penelitian menunjukkan roti rye dapat membantu mengontrol nafsu makan karena memberikan rasa kenyang lebih lama. Ini sangat membantu bagi Anda yang sedang membatasi asupan kalori harian.
3. Roti Biji Berkecambah
Roti dari biji-bijian yang telah berkecambah atau sprouted grain bread juga sangat baik untuk diet. Proses perkecambahan meningkatkan ketersediaan nutrisi dan membuat kandungan proteinnya relatif lebih tinggi.


