KOMPAS.com - Sejumlah warga berlarian saat sirine Kali Bekasi berbunyi pada Rabu (28/1/2026) malam.
Sirine tersebut menandakan Status Siaga 3 akibat meningkatnya debit air Kali Bekasi.
Baca juga: Kali Bekasi Siaga 3 Rabu Malam: Debit Air Terus Naik, Warga Diminta Waspada
Video warga berlarian terekam dalam sejumlah video yang tersebar di media sosial Instagram.
Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Idham, tindakan warga tersebut dilakukan karena panik.
"Mungkin warga masih baru (mendengar sirine) jadi kaget," ujar Idham saat dihubungi Kompas.com via WhatsApp, Rabu malam.
Baca juga: Perumahan Green Lavender Sukamekar Bekasi Berubah Jadi Danau, Terendam Banjir 2 Meter
Idham mengatakan, sirine tersebut sebenarnya memberikan informasi kepada warga untuk waspada karena air di hulu suduh naik.
"Sehingga persiapan untuk evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman," ujarnya.
Petugas dari BPBD kemudian mendatangi perumahan warga dan memberikan sosialiasi untuk tidak khawatir.
Saat ini warga telah kembali ke rumah masing-masing. Sementara petugas dari BPBD tengah berjaga di daerah aliran sungai Bekasi seperti di Kampung Lebak Teluk Pucung dan Kampung Lengkak.
"Untuk berikutnya (warga) udah paham bila berbunyi sirine berarti air sudah mau datang agar persiapan untuk evakuasi mandiri," ujar Idham.
Sebelumnya, BPBD Kota Bekasi menetapkan status Siaga 3 pada Rabu (28/1/2026) pukul 20.00 WIB akibat peningkatan debit air di Kali Bekasi.
Langkah ini menyusul naiknya Tinggi Muka Air (TMA) di beberapa pos pantau, termasuk di Bendung Bekasi dan Pos Pantau P2C (Pertemuan Kali Cileungsi-Cikeas) atau Kali Bekasi.
Berdasarkan informasi resmi BPBD Kota Bekasi melalui akun Instagram @bpbd.kotabekasi, air mulai memasuki permukiman di wilayah Teluk Pucung, Bekasi Utara, dan sejumlah warga dilaporkan sudah mengungsi ke mushola setempat.
Petugas BPBD dan aparat terkait siaga di pintu air serta memantau wilayah terdampak secara intensif.
Di Pos Pantau Kompi 887, Tinggi Muka Air (TMA) tercatat 480 cm dan terus meningkat.
BPBD mengimbau warga Bekasi Timur (Bekasi Jaya) dan Bekasi Utara (Teluk Pucung) untuk meningkatkan kewaspadaan, mengamankan barang berharga ke tempat lebih tinggi, menyiapkan tas siaga dan dokumen penting, serta tidak mendekati bantaran sungai.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




