Thomas Djiwandono Tegaskan Peran Komunikasi di BI Tanpa Ganggu Independensi

pantau.com
17 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono resmi terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dan menegaskan bahwa perannya di bank sentral akan berfokus pada komunikasi tanpa mengurangi independensi lembaga tersebut.

Fokus pada Komunikasi dan Sinkronisasi Kebijakan

Thomas menyampaikan bahwa nilai tambah dirinya di BI terletak pada kemampuan membangun komunikasi antarlembaga.

"Dari segi nilai tambah (Thomas di BI), menurut saya, justru yang merekat dari segi komunikasi", ungkapnya.

Ia menjelaskan, peran ini tidak berbeda jauh dengan yang pernah dijalankan saat bertugas di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Pada masa awal penugasannya di Kemenkeu, Thomas berperan dalam penyusunan anggaran untuk pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Misalnya ada yang perlu diklarifikasi atau apa, di situlah peran saya selama di Kemenkeu. Saya rasa di BI juga akan seperti itu", ia mengungkapkan.

Ia menambahkan, tugas tersebut bertujuan untuk mewadahi komunikasi antara pemerintah dan kebijakan fiskal agar sejalan dengan kebijakan moneter BI.

"Sama waktu itu dengan kementerian lain. Istilahnya, kerjaan horizontal lah, antar kementerian/lembaga (K/L). Bagaimana BI, jelas tidak seperti itu, karena dia lembaga independen. Tapi saya rasa, kira-kira seperti itu", ujarnya.

Tegaskan Independensi BI dan Bantah Intervensi Politik

Thomas menekankan bahwa kehadirannya di BI tidak akan mengganggu independensi bank sentral, mengingat BI beroperasi di bawah payung hukum yang ketat.

"Sekali lagi, tanpa mengurangi independensi", tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa BI memiliki rambu-rambu kelembagaan yang jelas, seperti keputusan kolektif kolegial dan mekanisme internal lainnya.

Menanggapi isu politik dalam proses pemilihannya sebagai Deputi Gubernur, Thomas membantah adanya intervensi.

Ia menjelaskan bahwa pengunduran dirinya dari Partai Gerindra pada 31 Desember 2025 bukan berkaitan dengan pencalonannya di BI.

Mengenai latar belakang politik dan keluarganya yang menjadi sorotan publik, Thomas mengakui hal itu sebagai sesuatu yang tidak bisa dihindari.

"Bahwa latar belakang saya dulu sebagai politisi, atau bahkan kedekatan keluarga, itu fakta. Tapi, tolong dilihat rekam jejak yang sudah saya lakukan sebelumnya", ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Heboh Makam Palsu di Jakarta Barat, Polres Panggil Dinsos dan Pengelola TPU-Beranda Nasional
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cecar Kapolres Sleman Buntut Kasus Suami Bela Istri Jadi Tersangka, DPR: Anda Salah Terapkan Hukum!
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Anak UNTR Agincourt Digugat Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Senilai Rp200,99 Miliar
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Jakarta Masih Siaga Hujan Ekstrem, Pramono Anung Perpanjang PJJ dan WFH Hingga 1 Februari
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Polisi Gagalkan Penyelundupan Ganja 50 Kg di Tengah Pemulihan Pascabencana Aceh Tenggara
• 16 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.