Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan, terus mendorong pengembangan aktivitas daur ulang sampah sebagai salah satu strategi penanganan persampahan di wilayah perkotaan.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk menekan peningkatan volume sampah yang setiap hari terus bertambah seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat.
Advertisement
Melalui pengelolaan sampah yang lebih terstruktur, warga didorong untuk memanfaatkan sampah bernilai guna sehingga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis daur ulang. Ia mengajak warga untuk berpartisipasi melalui pembentukan bank sampah di 107 kelurahan sebagai bagian dari komitmen Pemkot Palembang dalam mewujudkan lingkungan kota yang bersih dan sehat.
“Untuk mengembangkan kegiatan daur ulang sampah, kami mengajak warga kota ini membangun bank sampah di 107 kelurahan,” kata Ratu, melansir Antara, Rabu (28/1/2026).
Pengembangan kegiatan daur ulang sampah perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Untuk mengembangkan kegiatan mendaur ulang sampah, warga bisa membentuk kelompok di kawasan permukiman penduduk," ujarnya.
Warga juga didorong membentuk kelompok pengelola sampah di lingkungan permukiman agar kegiatan daur ulang dapat berjalan lebih terkoordinasi dan berkelanjutan.




