Pusat Kesehatan Kini Wajib Pakai Rekam Medis Elektronik

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Transformasi digital di sektor kesehatan Asia Tenggara kian tak terelakkan. Seiring berkembangnya kebijakan pemerintah, standar perlindungan data, serta tuntutan pelayanan yang lebih efisien, pusat kesehatan kini diwajibkan beralih dari pencatatan manual ke sistem rekam medis elektronik yang terintegrasi.

Kewajiban ini tidak hanya bertujuan menjamin keamanan data pasien, tetapi juga memastikan standar perawatan yang lebih baik serta efisiensi operasional. Dengan sistem digital yang terstruktur, pengelola klinik dapat meminimalkan risiko kebocoran data sekaligus meningkatkan kualitas layanan di tengah persaingan industri kesehatan yang semakin ketat. Scroll untuk informasi selengkapnya, yuk!

Baca Juga :
Resume Medis Ungkap Penyebab Kematian Siswa SMP Usai Dihukum Squat Jump
Divonis Kanker dan Kisruh Caleg, Ini Kisah Heboh Aldi Taher di Tahun 2023

Di banyak negara Asia Tenggara, kewajiban penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME) juga dibarengi dengan tuntutan pelaporan data kesehatan ke sistem nasional, seperti SATUSEHAT di Indonesia. Tantangan ini kerap menjadi beban tersendiri bagi klinik dengan sumber daya terbatas, terutama dalam menghadapi kompleksitas regulasi dan kepatuhan data.

Ilustrasi rekam medis elektronik.
Photo :
  • Shutterstock.

Dalam konteks perubahan tersebut, platform teknologi kesehatan seperti Kumo™ mencerminkan bagaimana sistem digital mulai mengambil peran penting dalam operasional klinik. Setelah satu dekade beroperasi, Kumo™ berkembang dari sistem manajemen klinik menjadi solusi layanan kesehatan terintegrasi yang digunakan ribuan fasilitas kesehatan di Asia Tenggara.

Platform berbasis Software as a Service (SaaS) ini melayani lebih dari 2.500 klinik dan 25.000 pengguna melalui berbagai lini layanan, mulai dari klinik kecantikan, klinik gigi, klinik hewan, hingga layanan dokter umum. Selain digunakan di fasilitas kesehatan, adopsi teknologi ini juga mulai masuk ke institusi pendidikan untuk memperkenalkan ekosistem kesehatan digital sejak dini.

Pendiri Kumo™, Kevin Nair, menegaskan bahwa fokus utama perusahaan sejak awal adalah tumbuh bersama pelanggan dan menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

"Tidak ada yang berubah sejak awal. Kumo™ akan terus berkembang, didorong oleh pendekatan kami yang berpusat pada pelanggan. Kami berupaya memantapkan diri sebagai penyedia teknologi terkemuka di industri ini,” ujar Kevin dalam keterangannya, dikutip Kamis 29 Januari 2026. 

“Untuk mencapai hal tersebut, kami bekerja sama erat dengan klien, memperlakukan mereka sebagai mitra. Dengan aktif mendengarkan masukan mereka dan melakukan penyesuaian perangkat lunak yang diperlukan, kami memastikan Kumo™ berada di garda terdepan dalam kemajuan teknologi untuk klinik," sambungnya.

Baca Juga :
Dituding Bohong soal Rekam Medis Lukas Enembe, Jaksa KPK Meradang
Dorong Adopsi RME di Banyumas, Kominfo Gelar Bimtek Pendampingan RME
Teknologi Ini Bikin Rekam Medis Pasien Jadi Terintegrasi

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
5 Berita Populer: Reza Arap Diperiksa; Barbuk Lula Lahfah
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Truk Terbalik di Jembatan, Alhamdulillah Tak Ada yang Meninggal
• 7 jam lalurealita.co
thumb
Sarapan Poffertjes Khas Belanda Lembut dan Buttery dalam Pasar di Bintaro
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Prajurit TNI yang Tuduh Penjual Es Gabus Dapat “Jam Komandan” dan Hukuman Disiplin
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Ekonom Sudrajad Djiwandono Cek Sekolah Rakyat, Yakin Pendidikan Bikin RI Berjaya
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.