Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di pabrik haleon Indonesia adalah sebuah praktik industri berkelanjutan yang sejalan dengan agenda transisi energi nasional serta didukung oleh pihaknya melalui sejumlah angka.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, keberlanjutan menjadi isu yang paling krusial di tengah tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari perubahan terhadap iklim, transformasi digital, serta kepentingan ekonomi nasional.
Advertisement
Menurutnya, industri kesehatan memiliki tanggung jawab strategis karena beririsan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.
“Sebagai sektor yang berperan langsung dalam menjaga kesehatan masyarakat sehari-hari, industri consumer health tentu memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan ketersediaan produk yang aman, bermutu, serta berkelanjutan," katanya. Dikutip dari Antara, Senin (26/1/2026).
Menurutnya, inisiatif pemanfaatan energi surya yang dilakukan Haleon Indonesia menunjukkan bahwa inovasi teknologi dapat berjalan seiring dengan patuhnya regulasi dan perlindungan lingkungan.
Taruna juga mengatakan, BOPM secara konsisten mendukung industri yang mengedepankan praktik produksi ramah lingkungan, khususnya dalam bidang kesehatan.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui kapasitas regulasi, penerapan praktik pembuatan yang baik (good manufacturing practices/GMP), hingga pengawasan yang mendorong industri agar bertanggung jawab.
“BPOM mengapresiasi langkah Haleon dalam memanfaatkan teknologi baru yang ramah lingkungan. Ini adalah contoh nyata bagaimana industri kesehatan dapat berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan sekaligus menjaga mutu dan keamanan produk. Kami berharap langkah ini dapat diikuti oleh pelaku industri lainnya,” katanya.




