Kemlu Pantau Kasus Virus Nipah di India, Pastikan WNI Aman

republika.co.id
19 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan terus memantau perkembangan kasus virus Nipah di India, khususnya di negara bagian Benggala Barat, untuk memastikan tidak ada WNI yang tertular virus mematikan ini.

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan bahwa KBRI New Delhi telah berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Kolkata, Benggala Barat. Informasi di lapangan menunjukkan situasi masih terkontrol dengan baik dan otoritas kesehatan setempat berupaya mengisolasi penyebaran virus.

Saat dihubungi di Jakarta pada Rabu, Yvonne menyatakan bahwa hingga saat ini, KBRI belum menerima laporan mengenai WNI yang terdampak oleh penyakit tersebut. Perwakilan RI di India terus menjaga koordinasi intensif dengan semua pihak terkait dalam rangka pemantauan kasus.

Imbauan telah disampaikan oleh KBRI New Delhi kepada para WNI di India untuk melakukan tindakan preventif serta menaati aturan pemerintah setempat. Selain itu, KBRI New Delhi juga menjalin komunikasi dengan simpul-simpul WNI untuk memantau apabila ada WNI yang memerlukan bantuan. Saat ini, ada 38 WNI yang bermukim di negara bagian Benggala Barat.

Yvonne juga menjelaskan bahwa otoritas kesehatan India telah mengaktifkan langkah-langkah pemantauan, pengendalian, dan respons aktif guna mencegah penyebaran virus lebih lanjut. Sebelumnya, diberitakan bahwa otoritas India berupaya menahan penyebaran virus Nipah yang diduga telah menginfeksi lima orang di negara bagian tersebut. Namun, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India kemudian menyatakan hanya ada dua kasus penularan yang terkonfirmasi secara resmi.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

India pernah mengalami wabah virus Nipah sebelumnya, yakni di Benggala Barat pada 2001 dan 2007, serta di Kerala pada 2018 dan 2019. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa virus ini dapat menyerang paru-paru dan otak dengan gejala seperti demam, sakit kepala, dan koma, serta tingkat kematian lebih dari 40 persen.

Otoritas bandara di Indonesia, Malaysia, dan Thailand telah meningkatkan skrining kesehatan penumpang internasional yang tiba, guna mencegah penyebaran virus Nipah.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Seskab Teddy Hadiri Rapat Pengendalian Inflasi Jelang Ramadan & Idul Fitri
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Link Live Streaming Thailand Masters 2026: Ada 14 Wakil Indonesia Beraksi di Babak Kedua, Alwi Farhan Lawan Pemain Israel
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Donnie Yen Raih Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Lingnan Hong Kong
• 22 jam lalutabloidbintang.com
thumb
ADHD Bisa Ganggu Prestasi dan Kinerja, Kenali Gejalanya Sejak Dini
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kerajinan Manik-Manik Dayak di Metun Sajau Bertahan di Tengah Minim Regenerasi
• 3 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.