Washington (ANTARA) - Hasil penjualan minyak Venezuela saat ini disetorkan ke dalam sebuah rekening yang nantinya akan menjadi rekening Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) di negara AS, kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Rabu (28/1).
“Minyak yang dikenai sanksi adalah minyak yang pergerakannya memerlukan izin Amerika Serikat,” ujar Rubio dalam sidang Komite Hubungan Luar Negeri Senat yang membahas Venezuela.
“Minyak tersebut, termasuk hasil penjualannya yang dijual dengan harga pasar dan bukan dengan harga diskon seperti yang sebelumnya harus dilakukan Venezuela, disetorkan ke dalam sebuah rekening yang pada akhirnya akan menjadi rekening yang diblokir oleh Departemen Keuangan AS di Amerika Serikat,” kata Rubio menambahkan.
Rubio menjelaskan bahwa agar otoritas Venezuela dapat mengakses dana tersebut, mereka harus mengajukan permohonan yang merinci penggunaan dana tersebut.
Ia menambahkan bahwa sebagian dari hasil penjualan minyak juga akan dialokasikan untuk proses audit guna memastikan dana tersebut digunakan secara tepat.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Presiden sementara Venezeula serukan negaranya berhenti tunduk pada AS
Baca juga: CIA disebut siapkan kehadiran permanen AS di Venezuela
“Minyak yang dikenai sanksi adalah minyak yang pergerakannya memerlukan izin Amerika Serikat,” ujar Rubio dalam sidang Komite Hubungan Luar Negeri Senat yang membahas Venezuela.
“Minyak tersebut, termasuk hasil penjualannya yang dijual dengan harga pasar dan bukan dengan harga diskon seperti yang sebelumnya harus dilakukan Venezuela, disetorkan ke dalam sebuah rekening yang pada akhirnya akan menjadi rekening yang diblokir oleh Departemen Keuangan AS di Amerika Serikat,” kata Rubio menambahkan.
Rubio menjelaskan bahwa agar otoritas Venezuela dapat mengakses dana tersebut, mereka harus mengajukan permohonan yang merinci penggunaan dana tersebut.
Ia menambahkan bahwa sebagian dari hasil penjualan minyak juga akan dialokasikan untuk proses audit guna memastikan dana tersebut digunakan secara tepat.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Presiden sementara Venezeula serukan negaranya berhenti tunduk pada AS
Baca juga: CIA disebut siapkan kehadiran permanen AS di Venezuela




