BTN (BBTN) Bidik 210 Ribu Unit Rumah Subsidi di 2026

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

BBTN optimistis sektor perumahan subsidi tetap menjadi tulang punggung (backbone) pertumbuhan perseroan pada 2026.

BTN (BBTN) Bidik 210 Ribu Unit Rumah Subsidi di 2026 (FOTO:Dok Anggi)

IDXChannel - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) optimistis sektor perumahan subsidi tetap menjadi tulang punggung (backbone) pertumbuhan perseroan pada 2026. 

Hal ini didorong oleh tingginya permintaan rumah pertama dari segmen milenial dan Gen Z, terutama di wilayah-wilayah penyangga industri.

Baca Juga:
Bhumi Visatanda Bakal Hidupkan Kembali Hotel Desa Wisata di TMII

Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo mengatakan segmen rumah subsidi terbukti sangat tahan banting (resilient) di tengah tekanan ekonomi. Pada tahun lalu saja, penyaluran rumah subsidi BTN mampu tumbuh di atas 7 persen secara tahunan (year-on-year), melampaui pertumbuhan pasar secara umum.

"Justru rumah subsidi itu jadi backbone ya, karena rumah subsidi itu pun rumah pertama. Jadi kebutuhan mengenai rumah pertama justru gak turun, justru meningkat. Jadi ini segmen yang resilient. Pertumbuhannya bagus tahun lalu bisa tumbuh year-on-year, setahunan lebih dari 7 persen. Jadi cukup baik sekali di atas pertumbuhan pasar," kata Bowo saat ditemui di sela gelaran BTN Expo 2026 di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga:
Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Capai Rp163,88 Triliun per November 2025

Untuk tahun 2026, BTN mematok target pertumbuhan yang lebih agresif, yakni di atas 10 persen. Perseroan memproyeksikan akan melakukan pemesanan (booking) untuk 210.000 unit rumah subsidi baru, yang terdiri dari 140.000 unit melalui jalur konvensional dan 73.000 unit melalui skema syariah.

“210.000 rumah baru yang di booking tahun ini, rumah subsidi,” ujar Bowo. Daerah-daerah seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera tetap menjadi "kunci" pertumbuhan, khususnya di kawasan suburban baru yang tumbuh seiring berkembangnya sektor manufaktur dan perindustrian. 

Baca Juga:
BCA (BBCA) Umumkan Rencana Buyback Saham Maksimal Rp5 Triliun

Meski saat ini masih didominasi rumah tapak (landed house), BTN mulai mendorong usulan perluasan limit subsidi hingga Rp750 juta guna mengakomodasi hunian vertikal (high rise) di daerah urban.

"Di daerah urban justru perlu perluasan. Bisa high rise tentunya butuh limit yang lebih besar. Makanya diusulkan adanya limit subsidi untuk segmen menengah sampai dengan 750 juta," tutur Bowo.

Baca Juga:
The Fed Tahan Suku Bunga, Powell Sebut Ada Sinyal Prospek Ekonomi AS

Adapun dalam pembukaan BTN Expo 2026, ajang tahunan yang menjadi representasi transformasi BTN menjadi bank modern dengan ekosistem yang terintegrasi. Mengusung tema “Build, Battle, and Beat”, BTN berupaya memenangkan tantangan industri melalui inovasi di sektor perumahan, gaya hidup, dan bisnis.

"Kami meyakini bahwa pertumbuhan yang sehat bukan hanya soal angka, tapi tentang kualitas. Tentang bagaimana model bisnis dibangun dengan fondasi yang kokoh, tata kelola yang baik, serta kesiapan menghadapi berbagai dinamika ekonomi," kata Bowo.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Mixed usai The Fed Tahan Suku Bunga, Dow Jones Tetap dan Nasdaq Naik Tipis

Sejalan dengan hal tersebut, BTN menargetkan akuisisi 20.000-25.000 nasabah baru melalui gelaran BTN Expo 2026. Target tersebut sejalan dengan strategi perseroan memperluas layanan digital serta memperkuat pembiayaan perumahan bagi segmen milenial dan Gen Z. “Jadi kita berharap dari BTN Expo 2026 ini bisa mencapai kurang lebih 20.000-25.000 user baru melalui program-program yang kita kembangkan,” kata Bowo.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK terbitkan aturan baru soal pelaporan gratifikasi agar sederhana
• 32 menit laluantaranews.com
thumb
Ajax Amsterdam! Klub yang Menjegal Ambisi Persib Bandung Datangkan Maarten Paes
• 21 jam laluharianfajar
thumb
17 Orang Diperiksa Terkait Suap Pajak di KPP Madya Jakarta Utara, KPK Bagi Tiga Kluster Pemeriksaan
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
BPS: Wajo Pimpin Kepemilikan Emas di Sulsel
• 22 jam lalucelebesmedia.id
thumb
BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Pemicu Cuaca Tidak Stabil, Tegaskan untuk Mitigasi Bencana
• 20 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.