Liputan6.com, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan riset berbasis Analisis Input-Output (I-O) untuk merumuskan kebijakan industri dengan memperhatikan keterkaitan antar sektor dan dampak lingkungan.
Melalui riset ini, BRIN terus menguatkan komitmennya sebagai lembaga yang berperan dalam penyediaan landasan ilmiah dan transformasi sistem industri manufaktur nasional yang berkelanjutan dan rendah emisi.
Advertisement
Riset ini tidak hanya mengedepankan asas ekonomi, tapi juga memperhatikan dampak lingkungan.
Komitmen tersebut terlihat pada Seminar “Transformasi Sistem Industri Manufaktur Berkelanjutan untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional 8%” yang diselenggarakan di Auditorium Gedung 71 Kawasan Sains dan Teknologi (KST) BJ Habibie di Serpong, pada Kamis, 22 Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan perspektif riset dan kebijakan dalam merespons tantangan transformasi industri nasional.
Peneliti Litbang Kompas Wirdatul Aini mengungkapkan, analisis I-O merupakan instrumen penting untuk membaca struktur ekonomi secara menyeluruh.
Menurutnya, pendekatan ini mampu mengidentifikasi sektor unggulan, memetakan keterkaitan antar sektor, serta mengukur dampak kebijakan industri terhadap perekonomian secara sistemik.
“Analisis I-O memungkinkan perencana kebijakan melihat posisi sektor industri manufaktur dalam rantai nilai nasional, sekaligus menghitung dampak total permintaan akhir melalui multiplier effect output, pendapatan, dan penyerapan tenaga kerja,” ujar Aini, dilansir Liputan6.com dari laman resmi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) www.brin.go.id, Selasa (27/1/2026).



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5274887/original/004462600_1751823453-dewa_port_nando_768608331f.jpg)
