Langkah Polisi Awasi Penyalagunaan Gas Tertawa

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penyalahgunaan gas nitrous oxide (N2O) atau dikenal sebagai gas tertawa tengah marak. Mereka menggunakan gas tersebut untuk mendapatkan sensasi tertentu seperti efek “high” singkat atau nge-fly. Tidak sesuai peruntukan gas tersebut.

Polisi mengambil langkah untuk mengawasi penggunaan gas tersebut. Berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Polri akan mengkaji pengaturan penggunaan gas tertawa.

“Beberapa bulan lalu, Direktorat Tipid Narkoba Bareskrim Polri beserta BNN sudah melaksanakan rapat koordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Mungkin juga di situ ada BPOM, untuk mengatur regulasi bahwa whipping ini sudah masuk dalam kategori non-kesehatan ataupun barang yang berbahaya apabila disalahgunakan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Rabu (28/1).

Budi menjelaskan, secara fungsi awal, gas N2O digunakan untuk kebutuhan tertentu seperti baking cream, otomotif, hingga medis. Namun, penggunaan di luar peruntukannya dinilai membahayakan kesehatan.

“Apabila itu digunakan tidak pada peruntukannya, artinya penyalahgunaan asas manfaat pertama alat itu, sehingga berdampak bagi kesehatan,” jelasnya.

Mirip Kasus Etomidate

Polda Metro Jaya menilai penyalahgunaan gas tertawa memiliki pola yang serupa dengan kasus etomidate, zat yang kini ditetapkan sebagai narkotika.

Etomidate merupakan zat yang biasa digunakan dalam dunia medis sebagai bagian dari obat saat prosedur anestesi. Namun belakangan penggunaan Etomidate ini disalahgunakan oleh sejumlah orang.

Penilaian itu menjadi salah satu dasar kepolisian mendorong pengkajian ulang aturan terkait peredaran dan pemanfaatan gas N2O tersebut. Bisa jadi N2O bernasib sama seperti etomidate.

“Contoh dalam hal etomidet. Sebelumnya etomidet kan tidak masuk dalam kandungan barang berbahaya. Akhirnya sekarang sudah menjadi narkoba,” jelas Budi.

Dalami Penjualan di e-Commerce dan Tempat Hiburan

Polisi akan mendalami peredaran dan penjualan gas tertawa. Pendalaman dilakukan untuk menelusuri sumber distribusi hingga pola pemasaran gas tersebut karena banyaknya penyalahgunaan. Bahkan ada yang menjualnya di tempat hiburan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penyelidikan difokuskan pada asal-usul tabung gas N2O serta jalur distribusinya, terutama yang sebelumnya mudah ditemukan secara daring.

“Ini kita dalami, termasuk dari mana tabung ini didapat,” kata Budi usai Apel dalam rangka gelar Pasukan Operasi Pekat Jaya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (28/1).

Sebelumnya, gas tertawa ini menjadi perbincangan usai diduga berkaitan dengan kematian salah seorang influencer.

Menurut Budi, gas N2O sempat dijual secara terbuka di sejumlah platform. Namun, peredarannya kini tidak lagi terlihat.

“Karena kita lihat sebelum meninggalnya almarhumah L, ini kan beredar, bisa dijual di beberapa platform. Tapi sekarang kita lihat sudah sepi, tidak ada muncul lagi,” ujarnya.

Selain penjualan daring, polisi juga menelusuri penggunaan gas N2O di tempat hiburan yang diduga memasarkan produk tersebut kepada segmen tertentu.

“Sebenarnya konsentrasi kandungan lebih kurang sama dengan N2O,” ucap Budi, merujuk pada penggunaan gas yang dikaitkan dengan produk sejenis di tempat hiburan.

Pendalaman tersebut dilakukan oleh Direktorat Narkoba Bareskrim Polri bersama jajaran Polda Metro Jaya, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pasar khusus dalam platform digital.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BUMN Dapat Mandat Konsesi 28 Perusahaan yang Dicabut Izinnya, Danantara Ambil Ancang-ancang
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Purbaya lantik sejumlah pejabat eselon II Kementerian Keuangan
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Waduh! Dapur MBG di Ponorogo di Bawah Kandang Burung, Dinkes Lakukan Sidak 
• 20 jam lalurealita.co
thumb
Sidang Lanjutan Bos Mecimapro Fansisca Dwi Melani, Saksi Ahli Sampaikan Keterangan dalam Sidang di PN Jakarta Selatan
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Man City, Liverpool, Spurs, dan Chelsea Susul Arsenal ke 16 Besar Liga Champions
• 2 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.