PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) berencana melakukan pembelian saham kembali atau buyback di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Emiten milik pengusaha Happy Hapsoro ini menyiapkan dana sebanyak-banyaknya Rp 250 miliar untuk melaksanakan aksi korporasi itu.
Manajemen RAJA menjelaskan, jumlah saham yang dibeli kembali oleh perseroan tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Selain itu, jumlah porsi saham publik atau free float RAJA setelah buyback tidak akan kurang dari 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
“Buyback dilakukan melalui Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek, baik secara bertahap maupun sekaligus. Pelaksanaan buyback akan memperhatikan kondisi likuiditas dan permodalan perseroan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata manajemen RAJA dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Kamis (29/1).
Manajemen RAJA mengatakan, aksi korporasi ini akan dilaksanakan selama 29 Januari hingga 28 April. Dana yang digunakan oleh perseroan untuk melaksanakan buyback berasal dari saldo kas internal perseroan.
“Perseroan telah menyisihkan sejumlah dana untuk buyback yang berasal dari dana lebih yang tidak akan mengganggu operasional perseroan,” kata dia.
RAJA mencatatkan laba bersih US$ 17,75 juta atau setara Rp 296,33 miliar (kurd Rp 16.730 per US$) per September 2025. Angkanya turun 8,31% dibandingkan periode yang sama pada 2024 US$ 19,36 juta.
Sementara itu, pendapatan perseroan naik dari US$ 189,66 juta menjadi US$ 196,04 juta. Beban pokok pendapatan ikut naik dari 138,24 juta menjadi US$ 139,75 juta.
Sementara itu, harga saham RAJA anjlok 15% atau 810 poin ke level 4.590 pada perdagangan kemarin, Rabu (28/1). Selama tiga bulan terakhir, harga sahamnya bergerak fluktuatif dengan kenaikan 17,99%.

