Pembangunan Hunian Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Rampung 14 Februari 2026

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Letnan Jenderal (Letjen) TNI Richard Tampubolon, menegaskan, pembangunan hunian bagi korban bencana ditargetkan rampung pada 14 Februari 2026.

Hal ini disampaikan Richard di sela-sela meninjau infrastruktur terdampak bencana Sumatera dan pengerjaan hunian sementara (huntara) serta hunian tetap (huntap) di Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (28/1/2026).

“Semua ini dinamis, melihat kondisi cuaca dan ketersediaan bahan, tapi semua pihak memastikan ini segera direalisasikan,” kata Richard dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (29/1/2026).

Baca juga: KLH Kaji Lingkungan Huntara dan Huntap Daerah Terdampak Bencana Sumatera

Kepala Staf Umum (Kasum) TNI itu menerangkan, lahan yang tersedia untuk pembangunan kini telah dilakukan pemerataan.

“Bangunan contoh sesuai prototipe telah disiapkan,” ucap Richard.

Richard menegaskan, seluruh petugas yang terlibat dalam proses pembangunan ini telah bekerja dengan maksimal untuk warga terdampak.

“Seluruh petugas, baik prajurit TNI, Polri dan Kementerian Pekerjaan Umum maupun personel lainnya telah bekerja keras mewujudkan bangunan tersebut,” jelas dia.

Selain meninjau huntara dan huntap, Richard pun meninjau dapur umum Posko Terpadu GOR Pandan, SDN Hutanabolon 2, perbaikan akses jalan dan pembangunan Jembatan Armco dari Desa Hutanabolon menuju Desa Sigiring-Giring, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Pemerintah Diminta Kebut Bangun Huntara Korban Bencana Sumatera

Adapun Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) melaporkan, sebanyak 1.056 unit hunian sementara (huntara) telah selesai dibangun dan siap dihuni.

“Hingga saat ini, 7.414 unit masih dalam proses pembangunan, sementara 1.056 unit telah selesai dibangun dan siap dihuni,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari, dalam siaran pers, Jumat (23/1/2026).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 42.900 unit rumah rusak berat, dengan 29.621 unit telah diajukan untuk pembangunan huntara.

Dalam konteks ini, pengajuan pembangunan hunian tetap (huntap) tercatat sebanyak 13.082 unit, dengan 648 unit di antaranya saat ini berada dalam tahap konstruksi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mbappé Pecahkan Rekor Liga Champions Milik Cristiano Ronaldo
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Cegah Virus Nipah, Bandara di Asia Terapkan Protokol Kesehatan ala COVID-19
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
29 Orang Tewas Saat Badai Musim Dingin Terus Menerjang Amerika Serikat
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Adies Kadir Jadi Hakim MK, Parlemen Saat Ini Dianggap Seperti DPR Era Orba
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Bocoran Spesifikasi dan Harga Mobil Listrik Buatan Indonesia i2C
• 14 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.