Sentimen MSCI, Investor Ingin Pasar Modal Lebih Sehat

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Investor menilai jatuhnya Indeks Harga Saham Gabungan pada Rabu (28/1/2026) menjadi kesempatan baik untuk menyehatkan pasar modal Indonesia dalam jangka menengah-panjang. Mereka berharap para pemangku kepentingan di pasar modal nasional segera berbenah.

”Isu MSCI (Morgan Stanley Capital International) sudah beredar di kalangan investor selama sebulan terakhir. Intinya saya sudah aware akan situasi ini,” kata Hari, seorang investor ritel, kepada Kompas.

Catatan dari MSCI, menurut dia, menjadi kesempatan baik untuk pembenahan pasar modal Indonesia. Ia menilai otoritas di pasar modal selama ini kurang transparan.

”Jadi, harapannya, BEI (Bursa Efek Indonesia), KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia), dan pemangku kepentingan lain segera melakukan perbaikan. Kalau ini dilakukan dengan konsisten, pasar modal Indonesia akan lebih sehat,” katanya.

Eko, investor ritel lainnya, mengatakan, penyehatan pasar modal Indonesia akan menguntungkan semua pihak. Persoalan transparansi, misalnya, ia harapkan segera bisa diselesaikan. 

”Investor akan senang karena jika kondisi pasar modal lebih sehat, investor akan lebih percaya. Ini bagus untuk investor asing, domestik, regulator, dan iklim investasi pada umumnya  di Indonesia,” katanya.

Sepanjang perdagangan Rabu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas 7,35 persen ke level 8.320. Tekanan jual yang terus meningkat membuat indeks sempat menyentuh penurunan 8 persen pada pukul 13.45 WIB. Hal ini memaksa BEI memberlakukan penghentian sementara perdagangan selama 30 menit untuk meredam kepanikan investor.

Dinamika ini merupakan imbas dari reaksi investor terhadap pengumuman MSCI pada Rabu pagi. MSCI adalah salah satu lembaga internasional yang banyak dijadikan acuan investor dunia.

MSCI menilai pasar saham Indonesia masih memiliki masalah keterbukaan informasi, terutama soal siapa sebenarnya pemilik saham-saham yang diperdagangkan di bursa.

Menurut MSCI, data yang tersedia saat ini belum cukup jelas untuk memastikan bahwa saham-saham Indonesia benar-benar mudah dibeli dan dijual secara wajar oleh investor global serta tidak dipengaruhi oleh pola transaksi yang bisa mengganggu pembentukan harga.

Untuk itu, MSCI memutuskan menahan sementara perubahan daftar saham Indonesia atau rebalancing yang biasa mereka evaluasi secara berkala. Saat ini, terdapat 18 saham Indonesia yang masuk ke basis indeks MSCI. Artinya, untuk sementara tidak ada saham Indonesia yang akan dinaikkan perannya atau ditambahkan dalam daftar acuan investor dunia.

Langkah ini diambil agar gejolak di pasar tidak semakin besar, sekaligus memberikan waktu bagi otoritas pasar modal Indonesia untuk memperbaiki keterbukaan data kepemilikan saham.

MSCI menegaskan bahwa jika hingga Mei 2026 perbaikan tersebut belum dianggap memadai, posisi Indonesia di mata investor global bisa terdampak. Dampaknya, antara lain, porsi saham Indonesia dalam portofolio investor dunia bisa dikurangi.

Bahkan, pasar modal Indonesia berisiko turun dari pasar berkembang ke pasar kategori kecil. MSCI menyatakan akan terus memantau perkembangan dan berkomunikasi dengan otoritas Indonesia sebelum mengambil keputusan lanjutan.

Direktur Utama BEI Iman Rachman menyatakan, setidaknya ada dua faktor utama yang menekan psikologis investor. ”Memang ada, menurut saya, panic selling. Ada dua hal yang menjadi concern investor. Pertama, rebalancing MSCI di bulan Februari yang di-freeze dan, kedua, kekhawatiran akan penurunan peringkat pasar,” ujar Iman.

Meski demikian, Iman menegaskan, MSCI secara teknis tidak akan melakukan penambahan ataupun pengurangan konstituen saham Indonesia mulai periode rebalancing Februari 2026. Aktivitas triwulanan ini umumnya berdampak signifikan pada arus investasi asing ke pasar Indonesia. Adapun bobot Indonesia di indeks MSCI saat ini relatif stabil di 1,5-1,9 persen.

BEI, Iman melanjutkan, bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan KSEI, mempercepat langkah peningkatan keterbukaan data kepemilikan saham. Ini khususnya terkait klasifikasi investor korporasi dan kategori lainnya yang menjadi sorotan MSCI.

BEI juga berharap pembekuan rebalancing saham oleh MSCI tidak menurunkan status Indonesia dari kelas pasar berkembang setara dengan Malaysia ke pasar di bawahnya yang setara dengan Vietnam dan Filipina.

BEI dan segenap otoritas bursa dijadwalkan kembali berdiskusi dengan MSCI untuk menyampaikan pembaruan data serta klarifikasi atas kebijakan MSCI teranyar. ”Kami tidak ingin investor panik. Kami berkomitmen memenuhi transparansi ini bukan hanya karena permintaan MSCI, melainkan karena ini juga baik untuk pasar modal Indonesia,” kata Iman.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, pemerintah dan otoritas pasar modal telah berkoordinasi untuk memastikan pembenahan dilakukan tepat waktu. Menurut dia, kondisi ekonomi Indonesia justru sedang membaik.

Sinkronisasi kebijakan fiskal, moneter, dan investasi terus diperkuat tanpa harus menaikkan tarif pajak atau cukai. ”Moneter, fiskal, dan investasi terus diperbaiki. Base money tumbuh sesuai harapan. Jadi, seharusnya kita bisa tumbuh lebih tinggi ke depan,” katanya.

Ia bahkan menilai koreksi pasar bisa dilihat sebagai peluang bagi investor jangka panjang. ”Kalau bursa jatuh karena isu yang kita tahu akan diperbaiki dalam waktu tidak terlalu lama, seharusnya sekarang it’s a good time to buy,” ujar Purbaya.

Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia menyebutkan, dampak MSCI bersifat struktural atau bukan shock harian. Sentimen MSCI diperkirakan menjadi sentimen utama IHSG selama satu hingga empat minggu ke depan. Pergerakan IHSG berpotensi menguji area konsolidasi di 8.050-8.000. (ERK/INA/SYA/LAS)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
INSA Dorong Optimalisasi Pajak Kapal Asing, Potensi Penerimaan Negara Rp8 Triliun per Tahun
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Hidangan Terbaik di Dunia Tahun 2026 versi TasteAtlas
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
Bahlil soal Adies Kadir Hakim MK: Kami Wakafkan Kader Terbaik Golkar
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Kick Andy Foundation dan InJourney Airports Bagikan Kaki Palsu untuk Warga Aceh
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hari ke-5 Evakuasi Pasca-Longsor Cisarua, Keluarga Korban Masih Menunggu Identifikasi DVI
• 16 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.