TOTTENHAM Hotspur meraih tiket ke babak 16 besar Liga Champions usai meraih kemenangan 2-0 di kandang Eintrahct Frankfurt, Kamis (29/1) dini hari WIB.
Di tengah cuaca dingin yang menggigit, gol dari Randal Kolo Muani dan Dominic Solanke menjadi pembeda. Kemenangan ini sekaligus membebaskan Spurs dari beban tambahan melakoni laga playoff pada Februari mendatang, sebuah keuntungan besar mengingat jadwal padat yang menanti mereka.
Dominasi di Tengah TekananMeski terseok-seok di posisi ke-14 klasemen Liga Primer Inggris, Spurs tampil beda di panggung Eropa.
Baca juga : Preview Liga Champions: Eintracht Frankfurt vs Tottenham Hotspur, The Lillywhites incar tiket otomatis 16 besar di Deutsche Bank Park.
Laga baru berjalan 65 detik di babak kedua saat Kolo Muani menjebol gawang mantan klubnya. Gol tersebut bermula dari sundulan Cristian Romero yang meneruskan umpan silang Xavi Simons, sebelum akhirnya diselesaikan dengan cerdik oleh Kolo Muani dari jarak dekat.
Spurs terus memegang kendali permainan hingga pemain pengganti, Dominic Solanke, menggandakan keunggulan lewat tembakan ke pojok bawah gawang di menit 77.
Hasil ini menempatkan Spurs di peringkat keempat klasemen akhir fase liga, mengungguli deretan tim elit Eropa lainnya.
Baca juga : Son Pimpin Spurs Kalahkan Frankfurt
Thomas Frank tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas karakter yang ditunjukkan skuadnya yang tengah dihantam badai cedera.
"Saya sangat bangga dengan para pemain dan karakter yang mereka tunjukkan. Merupakan langkah besar untuk finis di delapan besar, dan bisa finis di posisi keempat Liga Champions adalah hal yang luar biasa," ujar Frank.
"Saya sangat senang dengan hasilnya, tapi lebih bahagia lagi dengan performanya. Kami tampak memegang kendali hampir di sepanjang pertandingan. Ini adalah kemenangan 2-0 yang sangat layak kami dapatkan," lanjutnya.
Kontras Domestik dan EropaKeberhasilan di Eropa ini menjadi nafas lega bagi Frank yang mulai mendapat tekanan dari suporter akibat performa buruk di liga domestik. Situasi ini serupa dengan pendahulunya, Ange Postecoglou, yang musim lalu sempat bertahan berkat performa di kompetisi Eropa meski akhirnya tetap dipecat.
Sepanjang fase grup, Spurs mencatatkan hasil impresif dengan lima kemenangan dari delapan laga. Satu-satunya kekalahan mereka diderita dalam drama delapan gol saat kalah 5-3 dari juara bertahan, Paris Saint-Germain.
Kemenangan ini sangat krusial bagi kondisi fisik tim. Dengan hanya memiliki 12 pemain outfield (non-kiper) yang bugar, menghindari babak playoff pada Februari adalah berkah.
Pasalnya, pada bulan tersebut Spurs harus menghadapi jadwal neraka melawan Manchester City, Manchester United, Arsenal, dan Newcastle secara beruntun.
"Dengan 17 poin, ada banyak hal positif yang bisa diambil," tambah Frank.
Kini, Tottenham memiliki waktu untuk mengalihkan fokus total guna memperbaiki posisi mereka di Liga Primer Inggris, sebelum kembali berlaga di babak 16 besar Liga Champions pada Maret mendatang. (bbc/Z-1)




