Jakarta, VIVA – Komika Pandji Pragiwaksono kembali jadi sorotan menyusul materi yang dibawakannya dalam Mens Rea terkait salat. Dalam stand upnya itu disebut Pandji bahwa orang yang rajin solat belum tentu baik.
“Emangnya lo kira orang yang rajin salat otomatis orang baik? Enggak,” kata Pandji dalam Mens Rea.
Akibat pernyataan Pandji itu, dirinya kembali dilaporkan ke pihak kepolisian.
Pekan lalu dirinya kembali dilaporkan oleh Front Persaudaraan Islam (FPI) ke Polda Metro Jaya. FPI menyebut bahwa materi yang dibawakan Pandji itu sebagai bentuk penistaan agama. Tak hanya FPI, Pandji juga dilaporkan oleh Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) atas dugaan penistaan agama ke Polda Metro Jaya.
Tanggapan Ustaz Husain Alattas
Lantas, bagaimana pandangan Islam mengenai korelasi antara ibadah dan integritas seseorang? Terkait hal tersebut, Ustaz Husain Alattas turut dimintai pandangannya. Melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram, Ustaz Husain Alattas menjelaskan bahwa ibadah yang dilakukan seseorang belum tentu mencerminkan sifat amanah.
“Memang orang yang rajin solat, yang rajin untuk bagun di waktu malam, rajin berpuasa belum tentu orang yang betul-betul dapat mendapat amanat pada saat dia menerima jabatan,” jelas beliau.
Ustaz Husain juga membagikan pengalaman yang pernah ia temui. Dia melihat sesorang yang tampak rajin ibadah namun ternyata tidak amanah dalam menjalankan amanah.
“Saya kenal seorang bangun di waktu malam, berpuasa dan dia memang satu jabatan yang cukup penting tapi ternyata jabatannya dipergunakan untuk memperkaya diri. Menurut dia kebaikannya lebih banyak daripada dosanya,” kata beliau.
Padahal kata Ustaz Husain, Allah SWT baru akan menerima persembahan seseorang yang kalau persembahannya didapatkan dari ketakwaannya kepada Allah. Sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al Maidah ayat 27 Allah berfirman ‘Allah hanya akan Allah hanya akan menerima dari orang yang bertakwa selagi kamu tidak bertakwa, persembahan kamu tidak memiliki nilai di sisi Allah SWT”.
Ustaz Husain juga menceritakan tentang cara Sayyidina Ummar dalam memilih pemimpin di zaman Nabi Muhammad SAW. Diceritakan Ustaz Hussai bahwa saat itu ada yang pernah bertanya kepada sahabat-sahabat Rasulullah tentang siapa yang cocok untuk menjadi pejabat di satu wilayah.





