Penjualan LCGC Merosot Sejak 2023, Pengamat: Perlu Revolusi Inovasi

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penjualan Low Cost Green Car (LCGC) di Tanah Air mengalami perlambatan penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) sejak 2023. Adapun antara 2022 ke 2023 mengalami kenaikan 29,39 persen, dari 158.206 unit menjadi 204.705 unit.

Setelah itu, nasib memburuk. Pamor LCGC terus merosot. Dari tahun 2023, turun 13,15 persen ke angka 176.766 unit pada 2024. Kemudian lanjut anjlok 30,6 persen di 2025 dengan meraup hanya 122.686 unit. Demikian mengutip data Gaikindo.

Hal itu bukan pertanda baik. Menurut pengamat otomotif sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung, Yannes Pasaribu, ada berbagai faktor yang memengaruhi, salah satunya produk LCGC saat ini terasa kurang variatif, khususnya jika dibandingkan model keluaran terbaru yang lebih modern.

“LCGC dengan desain yang kompromistis dan cenderung sangat basic, serta minimnya inovasi model, seringkali hanya facelift minor dengan fitur yang stagnan, mengurangi daya tarik emosional konsumen,” kata Yannes kepada kumparan beberapa waktu lalu.

Kondisi produk LCGC saat ini dinilai tak sejalan dengan kebutuhan konsumen modern, khususnya di kota besar, yang mudah ditembus mobil listrik murah. Mulai dari value for money tinggi, fitur lebih lengkap, desain ciamik, serta kelengkapan keselamatan lengkap.

“Kenaikan harga LCGC secara bertahap sudah mengaburkan identitas low cost-nya. EV murah seperti BYD Atto 1 dan Jaecoo J5 menggoda konsumen muda dengan desain dan teknologi futuristik,” ucapnya.

“LCGC mulai kalah dalam perceived value, karena generasi muda makin memprioritaskan keselamatan seperti ABS dan airbag, kenyamanan keunggulan peredaman noise, vibration, dan harshness (NVH), serta kualitas ruang kabin yang lebih premium untuk cost yang setara,” jelas Yannes.

Sebagai contoh, mobil listrik (BEV) seperti BYD Atto 1 dipasarkan mulai Rp 199 juta on the road (OTR) Jakarta, dekat dengan Toyota Agya G CVT seharga Rp 197,7 juta OTR Jakarta, bahkan lebih rendah dari Brio Satya E CVT di angka Rp 206,7 juta OTR Jakarta. Adapun varian termurah Daihatsu Xenia 1.3 M MT dibanderol Rp 226,1 juta OTR Jakarta.

“LCGC bukan sekadar pelemahan permintaan, melainkan krisis diferensiasi yang mempercepat erosi pangsa pasar LCGC pada pasar yang penuh dengan disrupsi, kompleksitas, tidak stabil, dan semakin sulit diprediksi,” tandas Yannes.

Pada akhirnya, orientasi dari perspektif value for money yang diamini generasi muda menjadikan LCGC bukan pilihan utama. Menurut Yannes, harga baru setinggi sekarang, LCGC bukan lagi pilihan cerdas bagi mereka, hanya menjadi opsi terpaksa untuk memenuhi kebutuhan mobilitas.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pendeta Berpesan Jemaatnya untuk ‘Menyumbangkan 10.000 Dollar dalam 90 Detik untuk  Bisa Menjadi Milioner’
• 16 jam laluerabaru.net
thumb
Bocoran Pengganti Wamenkeu Diungkap Istana: Harus Diisi oleh Orang yang Pantas
• 3 jam laludisway.id
thumb
Hasil Liga Champions: Liverpool vs Qarabag, Mohamed Salah Cetak Gol, The Reds Menang Telak
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Simak lagi info soal stres di tempat kerja, merek-merek mobil baru
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Daftar 24 tim lolos knock-out: Arsenal sempurna, Madrid harus playoff
• 5 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.