EtIndonesia. Seorang pendeta di Florida menuai kecaman karena diduga menekan para pengikutnya untuk menyumbangkan 10.000 dolar dalam 90 detik demi kesempatan menjadi milioner.
Konon, Anda harus mengeluarkan uang untuk menghasilkan uang, dan tampaknya hal itu juga berlaku untuk mukjizat ilahi. Setidaknya menurut Dr. Todd Hall, seorang pendeta Kristen populer yang, selama kotbah kenabian ADR, meminta jemaatnya untuk memberikan sumbangan kilat sebesar 10.000 dolar hanya dalam 90 detik agar Tuhan dapat mengubah mereka menjadi milioner.
“Tuhan berkata, Aku ingin menjadikan seseorang milinoer, tetapi mereka harus menabur sepuluh ribu dolar. Dan mereka harus melakukannya dalam 90 detik,” kata Hall dalam kotbah tersebut. “Tulis ceknya! Jika Anda melakukan ini, Tuhan berkata Aku akan menjadikan Anda milioner. Saya berharap itu saya!”
Dr. Todd Hall, alias ‘The Praiseologist’, adalah pendiri Shabach Ministries of Praise, Inc., Gereja Shabach di Apopka, Florida, dan The Shabach Fellowship. Ia juga seorang pengusaha dan CEO Risky Productions dan TMH Enterprises sm.
Sebagai seorang pengusaha, kemampuan untuk mengumpulkan uang sebanyak mungkin adalah kualitas yang patut dicontoh, tetapi Hall menganggap dirinya sebagai seorang hamba Tuhan, sehingga banyak yang melihat aksi terbarunya sebagai tindakan yang menyinggung dan bersifat eksploitatif. Desakan permintaannya dan janji untuk menjadikan para donatur milioner melalui kehendak ilahi semata dimaksudkan untuk menekan jemaat agar merogoh kocek mereka.
Video klip tersebut, yang menjadi viral minggu lalu, menunjukkan The Praiseologist di depan layar digital besar yang menampilkan kode QR berlabel Tabur Benihmu, dengan seorang penampil yang digantung dengan kawat yang dirancang untuk memperkuat pesan ilahinya. Adegan tersebut telah memicu tuduhan manipulasi dan eksploitasi, yang telah menghantui Injil kemakmuran selama beberapa waktu. (yn)





