PSI: Jokowi Orang Desa Bisa Jadi Presiden, Kenapa Kita Tak Berani Bermimpi?

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

MAKASSAR, KOMPAS.com - Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali menyatakan, semua orang di Indonesia semestinya berani untuk bermimpi.

Ali mencontohkan perjalanan hidup Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo yang berasal dari warga biasa tetapi mampu menjadi orang nomor satu di Indonesia.

"Kami ingin semua rakyat, orang-orang, anak-anak desa, pemuda-pemuda desa, bisa bermimpi. Pak Jokowi itu orang desa, dia bisa jadi Presiden. Kalau Pak Jokowi orang desa bisa jadi Presiden, kenapa kita dari Sidrap, dari Polewali, tidak punya keberanian untuk bermimpi?" kata Ali seudai Rakorwil PSI Se-Sulsel dan Sulbar di Makassar, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: Ambisi PSI Gusur Nasdem Jadi Juara di Sulsel

Ali menyebutkan, PSI dapat menjadi wadah bagi masyarakat yang ingin berkiprah sebagai politikus tanpa dipungut janji apapun.

"Tidak akan pernah diminta utang. Kalian tidak akan pernah dituntut balas budi di partai ini ketika kalian bertumbuh besar di partai ini. Yang penting kalian mengabdi untuk rakyat Indonesia," kata dia.

Ali pun mengeklaim, semua anggota PSI memiliki hak yang setara di partai.

Baca juga: Ketua PSI Sulsel Berusia 19 Tahun, Kaesang: Lebih Gampang Bangun Partai Ketimbang Kuliah

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebab, PSI merupakan partai milik bersama dan tidak ada sistem kasta di dalamnya.

"Super Tbk artinya bahwa semua anggota Partai Solidaritas Indonesia memiliki hak yang sama antara satu dengan yang lain. Tidak ada lagi klaster pendiri ataupun senior di partai ini. Semua sama derajatnya. Itulah makna dari Super Tbk," ujar Ali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
MBS Tak Mau Wilayahnya Dipakai Serang Iran, Presiden Pezeshkian Beri Pujian
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
PPATK Usut Dugaan Transaksi Kayu Ilegal Rp 137 M, Diserahkan ke Kemenhut
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Pesawat Kecil Hilang di Kolombia yang Mengangkut 15 Penumpang
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK Angkat Bicara soal Peluang Minta Keterangan Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
• 15 jam laluokezone.com
thumb
174 Kendaraan di Kabupaten Bekasi Terjaring Operasi Pemeriksaan Pajak
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.