FAJAR, LISBON—Drama terjadi dalam laga Benfica kontra Real Madrid. Kiper Benfica Anatoliy Trubin bukan hanya menghancurkan mimpi Madrid lolos otomatis tapi juga membawa timnya ke babak play-off.
Unggul 3-2 di menit akhir berkat sepasang gol Schjelderup dan penalti Pavlidis yang membalas brace Kylian Mbappe, Benfica mempertegas klaim tidak ada yang mustahil dalam sepak bola.
Di momen itu, mereka dipastikan tersingkir jika hanya menang 3-2 karena kalah produktivitas gol dari Marseille dalam situasi selisih gol sama -3.
Lalu, penjaga gawang Anatoliy Trubin memutuskan naik di menit terakhir dalam situasi bola mati. Dan tandukannya, di menit 90’+8 membuat skor jadi 4-2; menghancurkan Madrid sekaligus meloloskan timnya sebagai tim peringkat ke-24.
“Saya tidak tahu apakah skor 3-2 sudah cukup; saya tidak punya indikasi. Franjo Ivanović dan António Silva masuk untuk mengamankan kemenangan. Ketika kami menyadari itu tidak cukup, saya mengirim Nico [Otamendi] ke depan, karena saya tidak bisa melakukan pergantian pemain lagi. Ketika tendangan bebas datang, saya mengirim Trubin ke depan. Dahl tetap di belakang karena kemenangan selalu penting,” kata Pelatih Benfica, José Mourinho tentang gol Anatoliy Trubin di situs UEFA.
Tentang kemampuan mencetak gol Anatoliy Trubin di kotak penalti lawan, Mourinho mengakuinya.
“Kami tahu dia bisa melakukannya. Kami tahu dia bisa melakukannya. Kami kalah di Porto beberapa minggu lalu, dan di menit terakhir, dia maju dan hampir mencetak gol. Jadi kami tahu bahwa pemain besar ini mampu melakukan hal itu. Kualitas umpan, tentu saja, adalah hal yang paling penting. Anda harus menempatkan bola di sana, tetapi itu adalah gol yang luar biasa untuk pemain tersebut,” tandasnya.
Anatoliy Trubin sendiri menyebut itu momen gila. Ia juga mengaku awalnya tidak mengetahui situasi di klasemen.
“Saya tidak menyadari apa yang kami butuhkan. Tomás [Araújo] dan António [Silva] mengatakan ‘satu, satu’, dan saya seperti, ‘Apa?’. Tapi kemudian saya melihat semua orang menyuruh saya maju. Saya juga melihat manajer, jadi saya maju, masuk ke kotak penalti dan saya tidak tahu… Saya tidak tahu harus berkata apa. Itu momen yang gila. Saya tidak terbiasa mencetak gol. Saya berusia 24 tahun dan ini pertama kalinya. Luar biasa,” ujarnya. (amr)


