Kisah Guru Honorer di Jaktim: Mengajar di 2 Sekolah dan Buka Kursus, Penghasilan Belum UMP

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Salma (25), guru honorer yang mengajar di tingkat SMP dan SMA di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur, menyebut profesi yang dijalaninya bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hati.

Perempuan muda itu mulai mengajar sejak mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) saat masih menempuh pendidikan di salah satu universitas di Jakarta Timur pada 2023.

"Kalau ngajar dari 2023 ketika PKL di sekolah tempat ngajar ini. Kalau sekarang di SMA-nya ngajar Sejarah, di SMP-nya kebetulan ngajar IPS," ucap Salma kepada Kompas.com, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: Banjir Setinggi 135 Cm Rendam Kebon Pala, Warga Bertahan di Lantai Dua Rumah

Gaji di bawah UMP Jakarta

Salma tetap mengajar di dua sekolah meski penghasilannya jauh di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta.

Meski bekerja di dua sekolah, gaji yang diterimanya per bulan jauh di bawah UMP DKI Jakarta 2026 yang mencapai Rp 5.729.876.

"Kalau yang saya terima itu masih sekitar satu Rp 1,5 juta tiap bulannya, itu sudah dua unit (dua sekolah)," jelas Salma.

Harus cari kerja sampingan

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Salma menambah penghasilan dengan mengajar kursus dan bimbingan belajar (bimbel) di lokasi berbeda.

Baca juga: Curah Hujan Tinggi, Pramono Perpanjang WFH dan PJJ hingga 1 Februari 2026

"Sebenarnya kalau dibilang cukup enggaknya itu kan tergantung ya, kebutuhan orang beda-beda. Tapi kalau saya sendiri sih sebenarnya ada sampingan lain kayak ngajar les atau bimbel kayak gitu sih," jelasnya.

Dari aktivitas bimbel tersebut, Salma memperoleh tambahan sekitar Rp 1,2 juta per bulan.

Banyaknya pekerjaan yang diambil membuat jadwal harian Salma cukup padat. Ia mengajar di sekolah dari pagi hingga siang lalu setelah beristirahat sejenak.

"Siang sampai malam (mengajar) di bimbingan belajar," ujarnya.

Berharap Sejahtera

Salma berharap pemerintah dapat lebih menghargai dan meningkatkan kesejahteraan guru honorer di Indonesia.

Baca juga: Lalu Lintas Daan Mogot Lumpuh akibat Banjir, Sopir Truk Sampai Matikan Mesin

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut dia, tugas guru bukan sekadar berdiri dan berbicara di depan kelas, tetapi juga membagikan ilmu untuk generasi penerus bangsa.

"Mungkin ini harapan semua guru honorer ya. Kita pengen lebih dihargai sih, apa yang sudah kita berikan gitu, apalagi kita kan mendidik anak bangsa ya istilahnya," tutur Salma.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
2 Mahasiswa UHO Kendari Hilang di Hutan Konawe saat Penelitian Geologi, Ini Kondisinya
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Akses Trans Sulawesi di Luwu Raya Dibuka, Distribusi Bahan Bakar Berjalan
• 22 jam lalukompas.id
thumb
Sentimen MSCI Tekan Saham Bank, Asing Lepas BCA Rp4,1 Triliun
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Indonesia Gandeng WEF Gelar Ocean Impact Summit 2026 di Bali
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Dugaan Illegal Mining PT Position, Katam: Penegak Hukum di Malut Takut Kiki Barki?
• 17 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.