Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan 700 meter di atas puncak

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur kembali erupsi dengan tinggi letusan 700 meter di atas puncak pada Kamis pagi.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada Kamis pukul 07.20 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Kamis.

Baca juga: Semeru alami 16 kali erupsi, letusan tertinggi capai 1.100 meter

Menurutnya, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara, kemudian erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 115 detik.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu sebelumnya mengalami erupsi pada pukul 04.47 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak (4.176 mdpl).

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 123 detik," tuturnya.

Ia menjelaskan Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, katanya, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Baca juga: Basarnas intensifkan evakuasi warga antisipasi letusan susulan Semeru

Baca juga: Delapan kali erupsi Gunung Semeru pada Senin pagi

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Deretan Fakta Kasus TNI-Polri Tuduh Pegadang Es Gabus: Dugaan Penganiayaan hingga Berakhir Damai
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Boiyen Gugat Cerai Rully Anggi Akbar, Persidangan Kedua Digelar Pekan Depan
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Juda Agung Disebut Kandidat Kuat Wamenkeu, Istana Tegaskan Belum Ada Keputusan
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Thomas Tegaskan Tak Ada Campur Tangan Prabowo di Pemilihan Deputi Gubernur BI
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Modus Tanya Alamat, Debt Collector di Jombang Diserang Senjata Tajam oleh Orang Tak Dikenal | BERUT
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.