Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono mengungkapkan pencalonannya sebagai Deputi Gubernur BI atau Bank Indonesia dipicu mundurnya Juda Agung dari posisi tersebut. Ia lalu mendaftar, mengikuti fit and proper test di Komisi XI DPR, lalu terpilih sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026-2031.
“Poin saya bahwa proses ini terusan juga proses penunjukan saya ini di trigger oleh dalam hal ini pengguguran dirinya Pak Deputi Gubernur (Juda Agung). Dan itulah ceritanya. Jadi, urusan soal Gubernur Bank Indonesia segala macem gak ada,” kata Thomas dalam media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (28/1).
Thomas juga membantah adanya proses yang dilangkahi atau dilanggar dalam penunjukan tersebut. Menurutnya, seluruh tahapan telah dijalani sesuai mekanisme yang berlaku, tanpa ada upaya pembelokan aturan. “Nah, itu dilakukan juga melalui proses dan mekanisme yang sudah ada,” ujar Thomas.
Thomas mengakui latar belakangnya sebagai mantan politisi dan kedekatan keluarga sebagai keponakan dari Presiden Prabowo Subianto merupakan fakta yang tidak bisa dipungkiri. Namun, ia meminta agar publik tetap melihat rekam jejak profesional yang telah dijalaninya selama ini.
“Tapi yang saya ingin tekankan adalah kalau soal bahwa latar belakang saya sebagai dulu politisi atau bahkan kedekatan keluarga (dengan Prabowo) ya itu fakta. Tapi kan tolong dilihat rekam jejak yang sudah saya lakukan sebelumnya,” sebut Thomas.
Prabowo menegaskan tidak pernah ada pembahasan dengan Prabowo terkait pemilihannya sebagai Deputi Gubernur BI. Ia menilai berbagai spekulasi yang mengaitkan waktu pengunduran dirinya dari partai dengan proses penunjukan terlalu dipaksakan.
Menurutnya, keputusan untuk tidak lagi aktif di Partai Gerindra sebelumnya sudah muncul sejak awal bergabung dengan Kementerian Keuangan, baik karena keterbatasan waktu maupun demi memberi ruang bagi regenerasi di internal partai.
“Saya mengundurkan diri tanggal 31 (Desember 2025) karena ya terus terang pikiran saya cuma saat itu ya udahlah tahun ada tahun baru. Udahlah saya mau mundur. anah silahkan Anda terima itu (atau) tidak gitu,” tutur Thomas.
“Karena sebenarnya juga masalah waktu juga sih, waktu itu saya gak ada waktu ngurusin partai dan sebagainya dan untuk regenerasi partai dan sebagainya. Jadi itu sekali lagi saya tekankan,” tambahnya.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/4519190/original/013334700_1690718436-20230714BL_Stok_Foto_Persib_Bandung_Vs_Dewa_United_36.jpg)

