Panduan Aman Membeli Mobil Diesel Bekas untuk Pemula

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Minat terhadap mobil diesel bekas masih terbilang tinggi, terutama untuk konsumen yang mencari torsi besar dan efisiensi bahan bakar. Namun, di balik keunggulannya, mesin diesel membutuhkan perhatian ekstra agar calon pembeli tidak salah langkah.

Owner lapak mobil di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Peter, menyebut bahwa mobil diesel yang Ia jual beberapa kilometer tinggi misalnya sudah menyentuh 200 ribu kilometer. Namun hal itu bukan bukan masalah penting asalkan kondisi mobil sehat dan body masih bagus.

Namun ada beberapa indikator yang wajib dicek khususnya pada bagian mesin diesel. Menurutnya, ada beberapa pengecekan krusial yang sering luput diperhatikan pembeli.

“Kalau diesel jangan cuma lihat oli aja. Knalpot itu harus dicek, jangan sampai berminyak,” ujar Peter kepada kumparan, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, salah satu pengecekan paling sederhana namun penting adalah membuka tutup oli saat mesin dalam kondisi menyala. Dari situ, calon pembeli bisa langsung membaca kondisi internal mesin diesel tersebut.

“Mobil hidup, tutup oli dibuka. Kalau keluar asap putih tipis masih oke, itu wajar di diesel. Tapi kalau asap putihnya tebal, itu sudah tanda ada masalah,” katanya.

Menurut Peter, asap putih tebal dari lubang tutup oli mengindikasikan adanya kebocoran di dalam mesin, umumnya pada bagian paking. Kondisi ini menandakan mesin sudah mulai aus dan membutuhkan penanganan serius.

“Kalau asap tebal dari situ berarti sudah ada kebocoran di dalam mesin. Biasanya cuma paking-paking, tapi pengerjaannya repot karena harus bongkar mesin,” jelasnya.

Soal biaya, perbaikan tersebut tidak bisa dibilang murah. Peter menyebut, ongkos penggantian paking beserta instalasinya bisa mencapai belasan juta rupiah.

“Kurang lebih bisa Rp 10 jutaan. Soalnya pakingnya di dalam mesin, jadi mesti bongkar mesin keseluruhan,” ujarnya.

Meski terdengar mengkhawatirkan, Peter menegaskan kondisi tersebut sebenarnya wajar untuk mobil diesel dengan usia dan pemakaian tertentu. Namun, calon pembeli tetap perlu mengetahui potensi biaya perawatan agar tidak terkejut setelah transaksi.

“Sebenarnya ini wajar karena umur dan pemakaian. Tapi bongkarnya memang repot, jadi harus siap secara biaya dan waktu,” pungkasnya.

Dengan memahami titik-titik krusial tersebut, konsumen diharapkan bisa lebih cermat saat berburu mobil diesel bekas, sekaligus menghindari risiko perbaikan besar di kemudian hari.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mobil Tabrak Pemotor di Jakpus: Sempat Kabur, lalu Dikejar Warga
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Antam Kamis 29 Januari Meroket ke Rp 3,168 Juta per Gram, Buyback Ikut Melonjak
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Kali Ciliwung Meluap, 17 RT di Jakarta Terendam Banjir
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
KARA Diakui Pelanggan Lintas Generasi dan Meraih ICXE Award 2025
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
BRIN Dorong Pengembangan Analisis Input-Output untuk Industri Manufaktur Berkelanjutan
• 16 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.