Kisah Ibu Inspiratif PNM: Belajar di Lantai, Tapi Mimpi Harus Setinggi Langit

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, SERANG - Hikayati, seorang perempuan inspiratif binaan PNM Mekaar, yang juga berperan sebagai guru MDTA (Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah).

Di ruang belajar yang masih sangat sederhana, hanya beralaskan lantai, dia tetap menyalakan semangat belajar bagi murid-muridnya.

BACA JUGA: PNM Buka Jalan Bagi Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

Baginya, kebahagiaan bukan diukur dari materi, melainkan saat melihat anak-anak didiknya mampu membaca, menulis, dan menghafal doa-doa.

“Kami memang belajar di lantai, tapi saya selalu bilang ke anak-anak, mimpi kita harus setinggi langit,” ujar Hikayati.

BACA JUGA: SIG Ciptakan Peluang Bisnis di 2026 Lewat Infrastructure Summit

Di balik perannya sebagai pendidik, Hikayati juga mengembangkan usaha kecil untuk menambah penghasilan keluarga.

Dukungan tersebut membuatnya bisa tetap mengajar dengan tenang tanpa harus meninggalkan panggilan hatinya sebagai guru.

BACA JUGA: HUT ke-56, Pelita Air Bagi-Bagi Tiket Gratis ke Singapura & Lombok

Pendekatan pemberdayaan yang tidak hanya menghadirkan modal, tetapi juga pendampingan berkelanjutan, menjadi kekuatan yang membantunya menjaga keseimbangan antara pengabdian dan kemandirian ekonomi.

Nilai-nilai inilah yang juga sejalan dengan semangat pemberdayaan yang dihadirkan PNM, bahwa perubahan besar kerap tumbuh dari ketulusan langkah-langkah kecil yang konsisten dijaga.

“Kisah Ibu Hikayati menunjukkan bahwa saat seorang perempuan diberi akses untuk berdaya, ia tetap bisa mengabdi sambil menguatkan keluarganya. Kami percaya, ketika seorang ibu tumbuh, dampaknya terasa sampai ke anak-anak yang ia didik dan masa depan yang sedang mereka siapkan," ujar Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary.

Kisah ini menegaskan bahwa peran guru dan ketangguhan ibu merupakan dua kekuatan yang saling menguatkan dalam membangun masa depan.

Dari ruang belajar sederhana dan langkah usaha kecil yang dijalankan dengan tekun, lahir generasi yang berilmu sekaligus keluarga yang lebih berdaya.

Guru menanamkan nilai dan harapan, sementara ibu tangguh membuktikan bahwa pengabdian dan kemandirian bisa berjalan beriringan, menjadi cahaya yang pelan tapi pasti menerangi lingkungan sekitarnya.(adv/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ini Alasan Kenapa Tekstur Es Gabus Mirip Spons
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Anjlok karena MSCI, Purbaya: Justru Good Time to Buy!
• 22 jam laludisway.id
thumb
Datangkan Striker asal Ukraina, Persis Resmi Amankan Pemain Asing Anyar Kelima untuk Hadapi Putaran Kedua
• 18 jam lalubola.com
thumb
Realisasi Luwu Raya Lebih Efektif via Jalur Politik
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Pemkab Samosir Raih Tiga Kali Penghargaan UHC Berturut-turut
• 6 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.