Jangan Biarkan Beban Kekhawatiran Berlebihan

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Ada seorang pelayan belia yang bekerja di sebuah sekolah swasta milik seorang sarjana tua. Setiap pagi buta, tugasnya adalah menyapu daun-daun gugur di halaman. Dia adalah anak yang sangat rajin, tekun, dan bertanggung jawab.

Musim gugur pun tiba—sebuah musim yang penuh nuansa puitis. Pada suatu hari, sang sarjana tua berjalan-jalan di lingkungan sekolah sambil melantunkan bait-bait puisi. Ketika melewati halaman, dia tiba-tiba melihat pelayan itu sedang mengguncang sebuah pohon dengan sekuat tenaga.

Dia terkejut dan segera bertanya: “Kenapa kamu mengguncang pohon itu?”

Anak itu menjawab dengan sungguh-sungguh: “Tuan, saya sangat lelah harus menyapu daun setiap hari. Tadi pagi saya sudah menyapu bersih daun-daun hari ini. Saya ingin mengguncang pohon ini agar daun untuk besok juga jatuh sekarang, supaya bisa saya sapu sekaligus. Dengan begitu, besok saya tidak perlu menyapu lagi.”

Sang sarjana tua tersenyum, mengelus kepala anak itu, lalu berkata dengan lembut:“Anakku, bagaimana pun caramu mengguncang pohon hari ini, daun besok tetap akan jatuh besok. Menyapulah daun yang jatuh hari ini—itu sudah cukup.”

Cobalah kita renungkan—bukankah kita kerap juga seperti pelayan dalam cerita ini? Jadi, jangan biarkan kekhawatiran menjadi beban berlebihan. Belajarlah mengganti kecemasan dengan sikap berserah, mengganti pesimisme dengan optimisme.

Lakukan yang terbaik hari ini, dan jangan biarkan kekhawatiran berlebihan “membebani” Anda. Dengan begitu, hidup Anda akan dipenuhi lebih banyak senyuman dan ketenangan.

Renungan / Hikmah Cerita

Sahabat pembaca, apakah Anda juga kerap seperti pelayan dalam cerita ini—setiap hari mencemaskan hari esok yang belum tentu terjadi?

Semoga setelah membaca kisah ini, kita semua bisa belajar menjadi seperti sang sarjana tua: hidup selaras dengan keadaan, menerima perubahan dengan lapang dada, menjalani peran masing-masing dengan tenang, dan menikmati hidup dengan hati yang damai serta penuh syukur. (jhn/yn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jalan Daan Mogot Lumpuh, Penumpang Transjakarta Turun dari Bus dan Jalan Kaki 2 Km
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Sentimen MSCI: Investor Ingin Pasar Modal Lebih Sehat
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Dilaporkan Eggi Sudjana Soal Pencemaran Nama Baik, Polda Metro Bakal Periksa Roy Suryo-Ahmad Khozinudin
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Tragedi Cinta Segitiga di Cilegon, Remaja 16 Tahun Tewas Ditusuk Teman
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Bojan Hodak Soroti Ketajaman Lini Depan Persib Jelang Lawan Persis Solo
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.