Terekam Kamera Trap, 5 Pemburu Macan Tutul Jawa di Gunung Sanggabuana Diringkus, Satwa Pincang

suara.com
1 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Polres Karawang menangkap lima pria asal Purwakarta karena perburuan liar Macan Tutul Jawa di Hutan Gunung Sanggabuana.
  • Kasus ini terungkap berkat rekaman kamera trap yang menunjukkan satwa dilindungi tersebut terluka parah akibat jerat.
  • Setelah penyidikan, TKP utama ditemukan di Purwakarta sehingga kasusnya dilimpahkan dari Karawang ke Polres Purwakarta.

Suara.com - Aksi keji kelompok pemburu liar di kawasan hutan lindung kembali mencoreng upaya konservasi satwa langka di Indonesia.

Kepolisian Resor (Polres) Karawang berhasil membekuk lima orang pria yang diduga kuat terlibat dalam perburuan liar Macan Tutul Jawa (Panthera Pardus Melas) di kawasan hutan Gunung Sanggabuana, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Penangkapan ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku kejahatan lingkungan yang mengincar predator puncak tanah Jawa tersebut.

Kelima tersangka yang kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut diketahui berasal dari wilayah tetangga. Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah mengonfirmasi identitas para pelaku yang berhasil diamankan oleh tim gabungan.

"Lima orang yang ditangkap masing-masing berinisial J, AM, M, A, dan UM. Mereka tercatat berdomisili di sekitar Kabupaten Purwakarta," kata Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah, di Karawang, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (29/1/2026).

Bukti Visual Kamera Trap yang Memilukan

Terungkapnya kasus ini bermula dari data digital yang dikumpulkan oleh pegiat lingkungan. Bukti visual dari kamera tersembunyi atau kamera trap menjadi kunci utama dalam mengungkap tabir gelap perburuan di jantung hutan Sanggabuana.

Rekaman tersebut tidak hanya menangkap wajah para pelaku, tetapi juga dampak mengerikan dari aktivitas ilegal mereka terhadap ekosistem.

Berdasarkan rekaman yang diambil oleh Tim Ekspedisi Macan Tutul Jawa dari Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), terlihat pemandangan yang menyayat hati.

Baca Juga: Sering Lihat Ibu Jadi Sasaran KDRT, Siswa SMA di Karawang Habisi Ayah Sendiri Usai Mimpi Buruk

Seekor Macan Tutul Jawa, yang merupakan spesies dilindungi dan terancam punah, tertangkap kamera dalam kondisi fisik yang sangat buruk.

Kaki satwa tersebut tampak pincang, diduga akibat terkena jerat atau luka tembak, serta menunjukkan tanda-tanda kelaparan kronis karena kesulitan berburu mangsa dalam kondisi cedera.

Sejak Februari 2025, SCF telah memasang kamera di 20 titik strategis di Hutan Pegunungan Sanggabuana. Pada 5 Oktober 2025, kamera tersebut merekam sekelompok orang yang masuk ke kawasan hutan negara melalui jalur non-wisata.

Mereka terlihat membawa senjata api rakitan jenis dorlok dan didampingi oleh anjing pemburu, sebuah kombinasi mematikan bagi penghuni hutan.

Langkah Hukum dan Penyelidikan Intensif

Merespons temuan bukti yang tak terbantahkan tersebut, SCF yang diwakili oleh Bernard T Wahyu Wayanta mengambil langkah tegas dengan melaporkan kejadian ini secara resmi kepada pihak berwajib pada 23 Januari 2026.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ratusan Taruna Akpol Diterjunkan ke Aceh Tamiang: Bersihkan Jalan hingga Pulihkan Sekolah
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Waspada Efek Fatal Gas N2O, Bisa Picu Gangguan Saraf dan Kelumpuhan
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Kebutuhan Pokok di Lampung Tengah Naik Jelang Ramadan
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Berita Foto: Kemacetan Panjang Melanda Kolong Tol JORR Kalimalang Akibat Jalan Rusak
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Apa Itu DEN? Berikut Tugas dan Fungsi Dewan Energi Nasional
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.