TABLOIDBINTANG.COM - Penampilan BTS di Gwanghwamun Square pada Maret mendatang merupakan konser pertama BTS dengan formasi lengkap sejak 2022, sekaligus menandai tonggak bersejarah bagi industri K-pop.
BTS juga akan tercatat sebagai grup K-pop pertama yang menggelar pertunjukan live eksklusif di lokasi ikonis tersebut. Meski Gwanghwamun Square kerap menjadi tempat berbagai pertunjukan dan acara budaya, area ini belum pernah dikhususkan secara eksklusif untuk satu penampilan seperti konser BTS.
Hal ini pun dianggap sebagai pertanda besarnya pengaruh global BTS, sekaligus memunculkan rasa penasaran tentang makna di balik pemilihan lokasi tersebut.
Big Hit Music menggambarkan konser di Gwanghwamun sebagai “pertunjukan yang memadukan warisan budaya Korea dan K-pop”.
“Gwanghwamun dipilih karena merupakan ruang yang paling merepresentasikan identitas Korea,” ujar seorang pejabat Big Hit Music kepada The Korea Herald pada 28 Januari. “Kami berharap dapat menegaskan kembali akar dan kecintaan BTS terhadap Korea dengan menggelar konser di lokasi yang sangat merefleksikan jati diri mereka.”
Terletak di jantung Seoul, tepatnya di Jongno-gu, Gwanghwamun pertama kali dibangun pada 1395 sebagai gerbang utama Gyeongbokgung, istana kerajaan utama Dinasti Joseon (1392–1897). Kawasan ini kemudian ditetapkan sebagai Monumen Nasional pada 12 Desember 2025.
Selama berabad-abad, gerbang dan alun-alun di Gwanghwamun berkembang menjadi ruang penting yang menghubungkan masa lalu dan masa kini Korea Selatan, sekaligus menyatukan situs bersejarah, pusat budaya, dan kawasan bisnis.
Gwanghwamun Square juga menjadi saksi berbagai peristiwa bersejarah: mulai dari pawai kemerdekaan tahun 1919 pada masa penjajahan Jepang, euforia dukungan bagi tim nasional sepak bola Korea Selatan saat Piala Dunia 2002, hingga aksi unjuk rasa lilin yang menyerukan pemakzulan presiden pada 2016 dan kembali terjadi pada 2025.
Rangkaian peristiwa tersebut menjadikan Gwanghwamun sebagai simbol semangat rakyat Korea Selatan yang tangguh, bersatu, dan berakar kuat pada sejarah.
Menariknya, semangat itu tetap hidup terlepas dari bentuk fisik alun-alun di lokasi tersebut. Bahkan ketika kawasan tersebut sempat berfungsi sebagai jalan raya yang padat kendaraan, area ini kerap ditutup sebagian atau sepenuhnya saat berlangsungnya acara-acara sipil besar dan demonstrasi, sehingga pada praktiknya tetap berperan sebagai ruang publik.
Pada Agustus 2009, seiring dorongan kota untuk memperluas ruang publik, kawasan ini resmi direvitalisasi menjadi Gwanghwamun Square. Area tersebut kembali diperluas pada 2022 dengan konsep alun-alun yang lebih menyerupai taman, hingga membentuk wujudnya seperti saat ini.
Pemilihan Gwanghwamun Square—yang juga menjadi lokasi patung Raja Sejong dan Laksamana Yi Sun-sin—dinilai selaras dengan album BTS yang akan datang, Arirang.
Album tersebut mengambil nama dari lagu rakyat Korea yang telah lama menjadi simbol identitas nasional dan perlawanan, termasuk pada masa penjajahan Jepang serta Perang Korea 1950–1953. Dengan demikian, konser BTS di Gwanghwamun Square bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan pertemuan antara K-pop modern dan akar sejarah bangsa Korea.



