Danantara Prediksi Modal Asing Bakal Kabur USD 25-50 M Jika IHSG Turun Kasta

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Chief of Investment (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun kasta dari status emerging market menjadi frontier market, akan ada aliran modal asing yang keluar alias capital outflow.

IHSG sempat rontok lebih dari 8 persen selama dua hari beruntun usai pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai perubahan metodologi penghitungan porsi saham public alias free float di pasar saham Indonesia.

Tekanan tersebut muncul lantaran MSCI membekukan sementara rebalancing indeks di pasar saham Indonesia, hingga otoritas terkait menemukan menjamin mekanisme free float di Tanah Air. Para analis menilai skenario paling ekstrem adalah penurunan status IHSG menjadi frontier market.

"Kalau untuk perubahan dari market sekarang ke frontier market, kurang lebih USD 25-50 billion outflow," ungkap Pandu saat Prasasti Economic Outlook 2026, Kamis (29/1).

Pandu pun meminta para pemangku kepentingan yang terkait, baik itu Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dapat segera bertindak agar skenario tersebut tidak terjadi.

"At the end regulator harus bisa bertindak. Saya lagi baca list frontier market, karena, kan, persiapannya ke frontier market sekarang. Ada negara seperti Bangladesh, Burkina Faso, Nigeria, Pakistan, Senegal, Togo, Tunisia. Mungkin ini cita-cita dari regulasi, saya nggak tahu. Saya serahkan balik ke para regulator, karena ini sudah fakta," tegas dia.

Meski begitu, Pandu menjelaskan meskipun saat ini pasar modal Indonesia tengah bergejolak Danantara tetap melihat investasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan proporsional apabila likuiditasnya menurun.

Dia mengaku Dananatara sudah masuk berinvestasi di pasar modal Indonesia sejak akhir tahun lalu. Danantara memiliki 3 penilaian dalam memilih saham yakni fundamental, likuiditas, dan nilai saham.

"Mungkin juga sebagai masukan kita, dari akhir tahun lalu sudah mulai masuk setiap hari ke pasar modal. Kita sudah berinvestasi. Tapi, ya, kami diam-diam aja lah. Karena, kan, kalau info semua juga you know the market," ungkap Pandu.

"Sekarang kita melihat sangat dekat the last few days, saya rasa memang tentu akan banyak gejolak the next few days juga di pasar modal. Kalau tidak ada komunikasi yang pas dari regulator. Tapi saya serahkan balik ke regulator karena kami Danantara di sini hanya sebagai partisipan di market," imbuhnya.

Sebelumnya, Goldman Sachs Group Inc., menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi underweight karena kekhawatiran MSCI terkait aspek kelayakan investasi (investability) yang berpotensi memicu arus keluar lebih dari USD 13 miliar. Sementara itu, para strategis UBS AG menurunkan rekomendasi saham domestik menjadi netral.

“Kami memperkirakan tekanan jual pasif akan berlanjut dan memandang perkembangan ini sebagai faktor penghambat yang akan membebani kinerja pasar,” tulis analis Goldman Sachs, termasuk Timothy Moe, dalam sebuah laporan, dikutip dari Bloomberg.

Para analis mencatat dalam skenario ekstrem, apabila Indonesia diklasifikasikan ulang dari pasar berkembang menjadi pasar frontier, dana pasif yang mengikuti indeks MSCI berpotensi melepas saham hingga USD 7,8 miliar. Selain itu, arus keluar dana senilai USD 5,6 miliar juga dapat terjadi apabila FTSE Russell meninjau ulang metodologi free float dan status pasar Indonesia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Amerika Serikat Tambah Bantuan Siber untuk Indonesia, Perkuat Pertahanan di Kawasan Indo-Pasifik
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Nilai TKA Masuk Penilaian Jalur SNBP
• 4 jam laluharianfajar
thumb
John Herdman Bukan Pesulap di Timnas Indonesia, Biarkan Dia Bekerja Dulu di FIFA Series 2026 dan Piala AFF 2026
• 23 jam lalubola.com
thumb
Sidang Delpedro Kembali Digelar, Dua Polisi Ungkap Kericuhan Demo DPR
• 2 jam laludetik.com
thumb
Finnet Gelar Donor Darah Guna Dukung Pemenuhan Stok Darah Jelang Ramadan
• 6 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.