FAJAR, MAKASSAR– Nilai Tes Kompetensi Akademik (TKA) bukan asesmen biasa. Kampus mulai meliriknya sebagai komponen pertimbangan kelulusan bagi calon mahasiswa baru.
Universitas Hasanuddin (Unhas), misalnya, menjadi salah satu kampus yang bakal memasukkan nilai TKA sebagai bagian dari penilaian jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).
SNBP merupakan salah satu jalur SNPMB dengan penilaian pada nilai rapor dan bebas tes. Nilai rapor calon mahasiswa baru dari semester 1 sampai 5 diakumulasi untuk melihat peningkatan belajar mereka.
Namun, jalur ini cukup rentan dimainkan oleh oknum di sekolah. Peristiwa nyata telah dibeberkan pihak Unhas setelah adanya 11 peserta tahun 2024 dan 4 peserta tahun 2025 yang dinyatakan curang dari jalur SNBP. Sekolah asal pun dimasukkan ke dalam daftar hitam Unhas selama tiga tahun ke depan.
Wakil Rektor I Unhas Prof Muhammad Ruslin mengatakan, tersedia 20 persen kuota jalur SNBP di Unhas dari keseluruhan daya tampung. Totalnya mencapai 3.620 mahasiswa baru.
Adapun ketentuan siswa bersyarat yakni siswa terbaik yang termasuk dalam kuota sekolah (siswa eligible). Selain itu, siswa juga harus memiliki nilai TKA yang telah diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen )
Komponen penilaian jalur SNBP ada dua. Pertama adalah nilai rapor seluruh mata pelajaran, minimum 50 persen. Kedua, nilai rapor paling banyak dua mata pelajaran pendukung program studi yang dituju, portofolio atau prestasi.
Komposisi presentase kedua penilaian ini ditetapkan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Prof Ruslin menjelaskan meskipun masuk komponen asesmen, nilai TKA siswa bukanlah menjadi penentu kelulusan pada jalur SNBP.
“Unhas menggunakan nilai TKA sebagai nilai pembanding, bukan sebagai nilai penentu,” ujar Prof Muhammad Ruslin.
Prof Ruslin menjelaskan nilai TKA nantinya akan menjadi pembanding dalam melihat nilai rapor. Sebab nilai rapor menjadi komponen penilaian utama. Unhas akan melihat keselarasan hasil nilai TKA dengan nilai mata pelajaran siswa di rapor.
“Kami tidak gunakan TKA sebagai nilai penentu kelulusan. Kami hanya mengkonfirmasi apakah nilai TKA kurang lebih sama dengan nilai rapornya. Untuk kita melihat apakah tahun depan TKA bisa kita masukkan penentu kelulusan,” jelas Prof Ruslin.
Namun, persoalannya rata-rata nilai TKA secara nasional relatif rendah, termasuk di Sulawesi Selatan (Sulsel). Hal ini dinilai Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Iqbal Nadjamuddin bisa menghambat kelulusan siswa di jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Sebab apabila nilai TKA berbading jauh dengan nilai rapor, maka bisa mempengaruhi penilaian akumulasi.
“Informasi dari nasional, nilai TKA Nasional memang agak rendah. Ini jadi persoalan penerimaan jalur SNBP,” kata Iqbal, Rabu, 28 Januari.
Nilai rata-rata mata pelajaran di Sulsel juga cukup rendah. Misalnya, pada Matematika hanya di angka 35, Bahasa Indonesia 51, PPKn di angka 58. Angka cukup tinggi di rata-rata mata pelajaran Antropologi dan Geografi, yakni nilainya 68.
Iqbal pun mengalihkan fokus untuk meningkatkan presentasi kelulusan perguruan tinggi dari jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). “Kan masih ada jalur lain, yang tidak bisa diterima karena nilai tidak mencapai, ada jalur lain yang bisa dioptimalkan masuk perguruan tinggi,” terang Iqbal.
Jalur SNBT mengharuskan para siswa harus bersaing lewat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Menghadapi tahapan itu, Iqbal akan menyiapkan bimbingan tambahan bagi siswa.
“Kami akan siapkan bimbingan online untuk anak-anak yang mau masuk perguruan tinggi, antisipasi nilai yang kurang Ini. semoga optimal bombing anak supaya tes bisa masuk,” jelasnya. (uca)




