Badai Musim Dingin Melanda Amerika Serikat, Ribuan Penerbangan Dibatalkan

erabaru.net
5 jam lalu
Cover Berita

Badai musim dingin yang berlangsung dari akhir pekan hingga Senin (26/1/2026) ini membuat sekitar dua pertiga wilayah Amerika Serikat mengalami suhu di bawah nol derajat. Di wilayah Lembah Sungai Ohio, suhu terendah bahkan turun hingga minus 29 derajat Celsius. 

Badan Meteorologi Nasional AS menyatakan bahwa gelombang udara dingin ini akan terus berlanjut hingga pekan depan. Hingga Selasa (27/1/2026) pagi, lebih dari 1.400 penerbangan telah dibatalkan. Pemirsa juga diimbau untuk tetap menjaga kehangatan dan memperhatikan keselamatan saat bepergian.

EtIndonesia. Badai musim dingin yang kuat melanda Washington DC pada akhir pekan, menyelimuti seluruh kawasan dengan lapisan salju tebal, tampak putih sejauh mata memandang.

“Ini benar-benar badai salju terbesar sepanjang sejarah. Saya pernah melihat beberapa badai salju besar, tapi tidak ada yang sebanding dengan yang ini,” kata Warga Washington, Mark Phihouer. 

Mark Phihouer, warga Washington

Seorang warga Washington lainnya berkata:  “Saya mengendarai kendaraan berpenggerak empat roda menembus badai salju untuk masuk ke kota, menerobos salju sepanjang jalan. Saya merekam beberapa video—salju beterbangan dan kota tampak kosong. Sebenarnya cukup keren.”

Menurut data Badan Meteorologi Nasional, ketebalan salju di wilayah Washington mencapai sekitar sembilan inci. Di beberapa daerah, salju juga bercampur dengan beberapa inci lapisan es, membuat permukaan tanah menjadi keras dan licin.

Di luar Gedung Capitol (Gedung Kongres AS0, orang-orang berkumpul dan menikmati waktu bersama. Salju ini mungkin tidak cocok untuk perang bola salju, tetapi jelas merupakan waktu yang tepat untuk bermain seluncur salju.

Seorang warga Washington berkata:  “Kami sedang mencoba bermain seluncur salju tanpa papan seluncur. Hasilnya tidak terlalu bagus, tapi kami terus mencoba.”

Warga lainnya mengatakan:  “Ini adalah waktu terbaik di dunia. Saya membawa tutup tempat sampah untuk memanfaatkan salju ini sepenuhnya. Salju jarang turun di Washington, jadi harus dimanfaatkan sebaik mungkin.”

Suasana badai musim dingin di Washington

Reporter NTD, Sheng Yan, melaporkan:  “Saya sekarang berada di luar Gedung Capitol, di bawah kaki saya terdapat salju yang sangat tebal. Lihat, jika saya mengeruk dengan tumit sepatu, saya bisa menggali sedalam beberapa inci. Fase terparah dari badai salju telah berlalu, namun karena suhu minggu ini tetap di bawah nol, salju diperkirakan sulit mencair dalam waktu dekat.”

Sebagian warga mengatakan bahwa meskipun badai salju membawa kesenangan, bepergian tetap sangat sulit.

Pendeta Washington, Gene Hemrick, mengatakan:  “Gereja ada di sana, tapi pagi ini saya memutuskan untuk mencoba dan melihat bagaimana kondisinya. Jalan-jalan yang tertutup salju sangat sulit dilalui, dan akhirnya saya terjatuh dengan keras.”

Badai musim dingin berskala besar ini menyebabkan sekitar dua pertiga wilayah Amerika Serikat mengalami suhu di bawah nol derajat, dan setidaknya 30 orang dilaporkan meninggal dunia.

Di Massachusetts dan Ohio, masing-masing dua orang tewas setelah tertabrak kendaraan pembersih salju. Di Arkansas dan Texas, kecelakaan seluncur salju yang fatal merenggut nyawa remaja. Ada pula orang yang mabuk dan tergeletak di jalan hingga meninggal karena kedinginan.

Pejabat Kota New York menyatakan bahwa selama akhir pekan, delapan orang ditemukan meninggal di luar ruangan.

Badan Meteorologi Nasional menyebutkan bahwa gelombang udara dingin ini akan bertahan hingga pekan depan. Sementara itu, satu lagi massa udara Arktik sedang mendekat. Dari Jumat hingga Sabtu, udara dingin tersebut akan bergerak dari wilayah dataran menuju arah tenggara, berpotensi mencetak rekor suhu rendah baru, dengan dampak yang bisa meluas hingga negara bagian Florida.

Hingga Selasa pagi, lebih dari 1.400 penerbangan dibatalkan dan lebih dari 8.000 penerbangan mengalami penundaan.

Sheng Yan menambahkan dari Washington: pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk menghindari bepergian, sementara tim pembersih salju terus bekerja membersihkan jalan raya antar negara bagian dan jalur transportasi utama. (Hui)

 Laporan dari Washington oleh reporter NTD, Sheng Yan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Siap-Siap Cek Saldo, Dividen Tunai Interim CDIA Rp1,34 per Saham Cair Hari ini
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Dari Tangan Warga Metun Sajau, Manik-Manik Dayak Tembus Pasar Kerajinan
• 26 menit lalutvrinews.com
thumb
Menhaj Irfan Yusuf Ingatkan Tugas Calon Petugas Haji Belum Berakhir Usai Diklat
• 5 jam laludisway.id
thumb
CASS Likuidasi Anak Usaha, Cinta Airport Flores Pengelola Bandara Komodo
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemerintah Akan Ukur Dampak Program MBG, Status Gizi Penerima Dipantau Bertahun-Tahun
• 5 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.