Menjelang Ramadan, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan pemerintah akan terus menjaga level inflasi sesuai asumsi makro APBN 2026. Selain itu, inflasi komponen bahan pokok dipastikan terus dijaga di kisaran 3-5 persen.
"Dan kedua, pemerintah tadi melihat volatile food, yaitu makanan terus kita jaga di kisaran 3 sampai dengan 5 persen,” kata Airlangga usai rapat koordinasi inflasi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat pada Kamis (29/1).
Untuk menjaga inflasi dan volatile food, Airlangga akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) utamanya terkait pasokan pangan.
Ia menjelaskan, nantinya daerah dengan produktivitas surplus juga akan mendukung daerah yang membutuhkan.
“Kemudian logistik pangan dengan fasilitasi antar wilayah, dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan. Kemudian juga pemerintah terus menjaga administered price terhadap berbagai bahan pangan,” ujarnya.
Sebelumnya, Badan BPS mencatat inflasi sepanjang 2025 secara tahunan atau year on year (yoy) sebesar 2,92 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 109,92.
Capaian inflasi ini lebih tinggi dibandingkan Desember 2024 yang tercatat 1,57 persen, serta melampaui inflasi Desember 2023 sebesar 2,61 persen.




