JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan partainya menunjuk Sari Yuliati menjadi Wakil Ketua DPR RI pengganti Adies Kadir.
Ia menjelaskan bahwa Partai Golkar merupakan partai yang inklusif. Sehingga, kata dia, seluruh kader memiliki hak yang sama.
"Partai Golkar itu partai yang inklusif, partai golkar itu milik semua rakyat. Setiap kader memiliki hak yang sama," kata Bahlil, Kamis, 29 Januari 2026.
BACA JUGA:Kata Bahlil, Adies Kadir Sudah Bukan Kader Partai Golkar Usai Jabat Hakim MK
Lebih lanjut, Menteri ESDM ini menyinggung pentingnya isu kesetaraan gender dan emansipasi perempuan dalam politik.
Oleh karena itu, ia memutuskan 30 persen perempuan di partainya harus menduduki jabatan-jabatan tertentu.
“Kita selama ini bicara soal gender, emansipasi selalu menjadi perdebatan. Bahkan beberapa waktu lalu MK memutuskan agar proporsional 30 persen perempuan harus menduduki jabatan-jabatan tertentu,” jelasnya.
BACA JUGA:Swasembada Energi, Bahlil Ungkap Rencana Penggunaan Tenaga Nuklir
Ia menegaskan, Golkar tidak setengah-setengah dalam memberikan ruang bagi kader perempuan.
Menurut Bahlil, partainya bahkan telah menempatkan perempuan bukan hanya sebagai pimpinan komisi, tetapi langsung di posisi pimpinan DPR.
“Bagi Golkar itu sesuatu yang baik. Kita tidak tanggung-tanggung menempatkan perempuan, bukan lagi pimpinan komisi tapi langsung pimpinan DPR. Saya pikir perempuan punya hak dong, masa laki-laki saja,” tegasnya.
BACA JUGA:Bahlil Jadi Ketua Harian, Sejumlah Menteri Masuk Kepengurusan Dewan Energi Nasional
Bahlil pun menyatakan dukungannya terhadap peran perempuan dalam politik nasional.
“Kalau soal ini, saya bela perempuan,” ujarnya.




