Bos OJK Sebut Presiden Prabowo Ikut Monitor Pasar Modal RI

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berpendapat Presiden Prabowo Subianto turut memonitor pergerakan pasar modal Indonesia yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini akibat sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Ketua OJK Mahendra Siregar mengatakan gejolak pasar modal yang tecermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan hal penting dan memengaruhi banyak hal.

"Mesti tanya langsung [kepada Prabowo]. Dalam konteks beliau, asumsi saya [Prabowo] tahu," kata Mahendra di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (29/1/2026).

Sejurus dengan hal tersebut, OJK optimistis Danantara Indonesia yang berencana melakukan aksi investasi tetap berlanjut dan diharapkan bisa memberikan dampak.

Dia menilai dukungan dari Danantara melalui investasi di pasar modal kemungkinan sudah mulai dan aktif dilakukan. Komitmen tersebut akan terus ditingkatkan.

"Kami menyambut baik hal itu bahwa komitmen ke perdagangan dan kinerja pasar modal bisa meningkat ke depannya," ujarnya.

Baca Juga

  • IHSG Gonjang-Ganjing, OJK: Aksi Investasi Danantara Tetap Jalan
  • MSCI Goyang IHSG, Bos OJK Akan Berkantor di BEI demi Jaga Kepercayaan Investor
  • Manuver JP Morgan di Saham GOTO saat IHSG Tersengat Peringatan MSCI

Dia memahami bahwa proses investasi Danantara tersebut sama dengan investor institusional lainnya yang memerlukan tingkat kedalaman pasar untuk bisa aktif melakukan investasinya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,91% ke level 7.828,47 pada penutupan sesi I perdagangan, Kamis (29/1/2026). Seiring pelemahan indeks, sejumlah saham terafiliasi konglomerat seperti BUMI, PTRO, hingga AMRT kompak terperosok ke zona merah.

Data RTI Business menunjukkan IHSG melemah 5,91% atau turun 492,08 poin dengan rentang pergerakan di kisaran 7.481–8.027. Total perdagangan saham mencapai 42,90 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp32,75 triliun dan frekuensi 2,55 juta kali. Sebanyak 65 saham menguat, 720 saham melemah, dan 22 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa tercatat sebesar Rp14.205 triliun.

Perdagangan IHSG sempat mengalami trading halt atau penghentian sementara pada pagi hari, Kamis (29/1/2026), setelah indeks jatuh hingga 8% dan menyentuh level 7.654,66. Penurunan tajam tersebut menjadi kejadian kedua sepanjang 2026.

MSCI membekukan sementara perlakuan indeks saham Indonesia seiring kekhawatiran terhadap isu free float dan aksesibilitas pasar. 

MSCI memberikan waktu hingga Mei 2026 bagi Bursa Efek Indonesia untuk meningkatkan transparansi, khususnya terkait pengaturan free float. Dalam riset terpisah, Eastspring Investment menilai pembekuan rebalancing MSCI berpotensi memberikan dampak lanjutan, terutama terhadap saham-saham konglomerasi.

Kekhawatiran pasar dinilai bergeser ke risiko jangka menengah seiring kemungkinan Indonesia gagal memenuhi kriteria MSCI, yang berpotensi memicu penurunan klasifikasi dari emerging market menjadi frontier market dan mendorong arus keluar dana asing dalam skala besar.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir Daan Mogot Jakbar Mulai Surut, Arus Lalu Lintas Lancar
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Perkuat Lini Depan dan Pertahanan, PERSIS Solo Datangkan Roman Paparyga dan Luka Dumancic
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Kakak Presiden Prabowo Kunjungi SRMA 10 Jakarta Selatan
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Panduan saat Terjadi Gempa di Dalam Ruangan hingga Transportasi Umum
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Peringatan MSCI Itu Bagus Untuk Ekosistem Pasar Modal Indonesia
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.