EtIndonesia. Perkembangan terbaru di medan perang Ukraina menunjukkan peningkatan signifikan intensitas operasi militer Kyiv di berbagai front strategis. Dari wilayah rawa-rawa di selatan Kherson hingga garis logistik Rusia di Donetsk timur, pasukan Ukraina terus menekan, sementara militer Rusia dilaporkan mengalami kemunduran di sejumlah sektor kunci.
Rusia Mundur dari Posisi Strategis di Kherson
Menurut laporan RBC News, sekitar 26 Januari, pasukan Rusia telah ditarik mundur dari Pulau Oleksiivskyi di wilayah Kherson. Pulau ini sebelumnya berfungsi sebagai salah satu basis operasional penting Rusia di kawasan rawa-rawa sepanjang Sungai Dnipro.
Juru bicara Pasukan Pertahanan Selatan Ukraina mengonfirmasi penarikan tersebut. Berdasarkan penilaian intelijen Ukraina, mundurnya pasukan Rusia tidak hanya disebabkan oleh tekanan militer langsung, tetapi juga oleh merosotnya moral tempur di kalangan prajurit Rusia. Serangan drone yang konsisten, keterbatasan suplai, serta kesulitan mempertahankan posisi di medan rawa disebut menjadi faktor utama.
Dengan ditinggalkannya Oleksiivskyi, Rusia kehilangan titik pijak penting untuk operasi pengintaian dan serangan lintas sungai, sementara Ukraina memperoleh ruang gerak lebih luas untuk memperkuat kendali di selatan Kherson.
Serangan Presisi Ukraina di Donetsk Timur
Di wilayah Donetsk timur, pasukan Ukraina juga melancarkan operasi ofensif terarah. Brigade Mekanis ke-28 Ukraina dilaporkan melakukan serangan berat terhadap sistem artileri dan jaringan logistik Rusia di sekitar Velyka Novosilka.
Dalam operasi tersebut, Ukraina berhasil:
- Menghancurkan pusat suplai logistik Rusia
- Melumpuhkan node kendali drone yang digunakan untuk pengintaian dan serangan
- Memasang ranjau di jalur utama pergerakan pasukan Rusia, memperlambat rotasi dan pengiriman amunisi
Langkah ini dinilai sebagai upaya sistematis Ukraina untuk memutus rantai pasokan Rusia, sekaligus mengurangi efektivitas artileri dan drone yang selama ini menjadi tulang punggung operasi Moskow di Donetsk.
Fasilitas Minyak di Penza Hancur Total
Sementara itu, Ukraina juga merilis citra satelit terbaru yang menunjukkan kehancuran total sebuah fasilitas penyimpanan minyak di Penza, wilayah Rusia bagian barat. Kebakaran besar di lokasi tersebut dilaporkan berlangsung selama beberapa hari.
Menariknya, Penza berjarak sekitar 500 kilometer dari Moskow, menandakan bahwa Ukraina semakin memperluas jangkauan serangan terhadap infrastruktur strategis Rusia di wilayah pedalaman. Meski Moskow belum merilis penjelasan rinci, kerusakan ini dipandang sebagai pukulan terhadap logistik energi dan cadangan bahan bakar Rusia.
Armada Laut Hitam Rusia Kian Tertekan
Pada 27 Januari, kelompok perlawanan Ukraina HP陆 melaporkan bahwa Komandan Armada Laut Hitam Rusia, Laksamana Sergei Pinchuk, berpotensi dicopot dari jabatannya. Laporan tersebut menyebutkan bahwa kegagalan mempertahankan pangkalan dan kapal dari serangan drone Ukraina menjadi alasan utama.
Jika informasi ini terkonfirmasi, Pinchuk akan menjadi komandan ketiga Armada Laut Hitam Rusia yang dicopot sejak dimulainya perang skala penuh pada Februari 2022—sebuah indikasi krisis kepemimpinan dan tekanan operasional yang terus berlanjut di armada tersebut.
Data militer menunjukkan bahwa sejak Februari 2022:
- Ukraina telah menghancurkan atau merusak sekitar sepertiga Armada Laut Hitam Rusia
- Hingga musim semi 2024, armada tersebut dinilai hampir kehilangan kemampuan tempur sistemik, terutama akibat serangan drone laut, rudal jarak jauh, dan operasi intelijen presisi
Gambaran Umum: Ukraina Menggenggam Inisiatif
Secara keseluruhan, dari Kherson hingga Donetsk, Ukraina tampak jelas meningkatkan tempo dan cakupan serangan, baik di garis depan maupun terhadap target strategis di wilayah Rusia. Sebaliknya, Rusia menghadapi perlambatan operasi di beberapa sektor, tekanan moral pasukan, serta tantangan serius dalam mempertahankan logistik dan aset militernya.
Situasi ini menunjukkan bahwa konflik Ukraina–Rusia memasuki fase baru, di mana perang jarak jauh, serangan presisi, dan penggerusan kemampuan logistik menjadi penentu utama arah pertempuran ke depan.




