Polri Teken MoU dengan Pupuk Indonesia, Pastikan Pendistribusian Tepat Sasaran

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

nNta kesepahaman terkait dengan pendistribusian pupuk di Indonesia bertujuan untuk memastikan agar pupuk bisa sampai tepat sasaran.

Polri Teken MoU dengan Pupuk Indonesia, Pastikan Pendistribusian Tepat Sasaran. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Kepolisian Republik Indonesia meneken nota kesepahaman dengan PT Pupuk Indonesia terkait pendistribusian pupuk di Indonesia, penandatanganannya dilakukan bersamaan dengan peresmian proyek revamping ammonia pabrik 2 di Pupuk Kaltim. 

“Hari ini kami dapat undangan mendampingi ketua dan mentan melaksanakan peresmian revamping di Pupuk Kaltim, artinya negara bisa menerapkan efisiensi khususnya dalam produksi pupuk hingga 10-16 persen,” kata Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit di Bontang, Kamis (29/1/2026). 

Baca Juga:
Dapat Laporan Pelanggaran Distribusi Pupuk Subsidi, Mentan Amran: Tempatnya Mana, Aku Cabut Izinnya

Sigit mengungkapkan, nota kesepahaman terkait dengan pendistribusian pupuk di Indonesia bertujuan untuk memastikan agar penyubur tanaman tersebut bisa sampai tepat sasaran ke para petani. 

Nota kesepahaman atau MoU ini, lanjut Sigit, juga diharapkan mendorong distribusi tepat waktu. Mengingat keterlambatan distribusi dapat mengakibatkan kerugian ratusan triliun secara nasional. 

Baca Juga:
Kabar Baik Buat Petani, Pupuk Subsidi Bisa Ditebus Mulai 1 Januari 2026

“Harapan kita sampai tepat waktu, karena tadi disampaikan bahwa keterlambatan satu minggu akan berdampak terhadap penurunan produktivitas dan apabila dinasionalkan itu merugikan seratus triliun,” jelas Sigit. 

Sigit menambahkan, dengan proses distribusi pupuk yang tertib, diharapkan produktivitas para petani meningkat. Sehingga, target swasembada dapat tercapai sebagaimana arahan dari presiden. 

Baca Juga:
Amran Cabut Izin 2.300 Distributor Pupuk dan Pecat 192 Pegawai Kementan Berkinerja Buruk

“Sebagaimana arahan Pak Presiden kita sedang membuat road map ke depan selain wujdukan swasembada pangan ke depan kita betul-betul bisa wujudkan indonesia menjadi salah satu negara menjadi lumbung padi dunia,” kata Sigit. 

Oleh karena itu, dia menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk maksimal dan optimal dalam mengawal proses distribusi pupuk di seluruh wilayah Indonesia. 

“Saya ingatkan seluruh jajaran untuk ikut mengawal terkait distribusi pupuk sehingga tepat sasaran, dan produktivitas petani juga betul-betul optimal dan pencapaian peningkatan swasembada pangan sebagaimana ditarget presiden betul-betul bisa berjalan dengan maksimal,” terangnya.

Komisi IV DPR Harap Revamping Pabrik Pupuk Bermanfaat bagi Petani 

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto turut menghadiri peresmian proyek revamping ammonia pabrik 2 PT Pupuk Kalimantan Timur, Bontang.

“Kami dari Komisi IV mengucapkan terima kasih atas undangan hadir disini meresmikan atau revitalisasi pabrik ammonia Kaltim ini,” kata Titiek, Kamis.

Titiek menjelaskan, dia ditelepon oleh Direktur Utama yang menceritakan bahwa 42 tahun lalu, Presiden Soeharto meresmikan pabrik tersebut. 

“Saya dihubungi oleh direktur utama, ibu ketua harus datang kesini karena dulu 42 tahun lalu adalah bapak Presiden Soeharto, ayahanda tercinta yang meresmikan pabrik ini. Kami diminta sebagai selaku kebetulan Ketua Komisi IV meresmikan Revamping dari pabrik ini,” ujarnya. 

Titiek mengungkapkan, pabrik ini bukan sebatas bangunan, melainkan bangunan pabrik dengan sejarah panjang di baliknya. Menurutnya, dalam hal ini Pupuk Kaltim telah memberikan darmabakti untuk kemajuan industri pangan di Indonesia. 

“Ini pabrik ini sangat luar biasa sejarahnya panjang sekali selama empat dekade telah memberikan darmabaktinya untuk kemajuan industri pangan Indonesia,” ucap Titiek.

Titiek menuturkan, keberadaan pabrik ini sudah bisa menghemat Rp10 miliar dari biaya pengadaan pupuk selama ini. 

“Jadi kami dari Komisi IV DPR RI sangat mengapresiasi mudah-mudahan ini bisa benar-benar bermanfaat untuk bangsa terutama para petani,” tutup Titiek.


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
23 satuan pendidikan di Nagan Raya sudah beraktivitas pascabencana 
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut di Aceh Barat Meluas hingga 50 Hektare
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kepala BGN Minta Menu MBG Berbasis Kearifan Lokal
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Menko PM: Ekraf Jadi Motor Pemulihan Korban Bencana Aceh dan Sumatra
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Cerita Warga Bekasi Deg-degan saat Bunyi Sirine Banjir Berbunyi Pertama Kali
• 5 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.