Gus Salam Jelaskan 6 Prinsip Penataan Kepemimpinan NU, Ini Isinya

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib atau akrab disapa Gus Salam mengeluarkan posisi penataan kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjaga marwah ulama dan menata jam'iyah dengan hikmah. 

Gus salam menegaskan kertas posisi tersebut bukan untuk mengoreksi masa lalu, bukan pula untuk menghakimi.

Baca Juga :
Said Aqil Siradj Dinilai Paling Penuhi Kriteria Rais Aam PBNU
Forum Kiai Minta Rais Aam Gelar Muktamar ke-35 NU Secepatnya, Ini Alasannya

Gedung PBNU
Photo :
  • tvOnenews/Aldi Herlanda

"Kertas posisi saya buat dari ikhtiar menjaga marwah ulama dan merawat NU agar tetap kokoh, teduh, dan bermartabat di tengah perubahan zaman," kata Gus Salam dalam keterangannya, Kamis, 29 Januari 2026.

Gus Salam mengingatkan bahwa NU sejak kelahirannya tak pernah dimaksudkan sebagai organisasi administratif semata. NU lahir sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah, perhimpunan keagamaan dan kemasyarakatan yang bertumpu pada kepemimpinan ulama—baik dalam dimensi keilmuan, moral, maupun sosial kebangsaan.

"Dalam tradisi NU, kepemimpinan tidak dibangun di atas kekuasaan, melainkan di atas ilmu, adab, keteladanan, dan keberkahan. Ulama bukan sekadar pengurus, melainkan penjaga nilai, penuntun umat, dan pemikul amanat sejarah. Karena itu, sejak awal NU menempatkan ulama sebagai poros utama organisasi," ujarnya.

Namun seiring perjalanan waktu, kata Gus Salam, NU berkembang menjadi organisasi yang sangat besar, kompleks, dan berhadapan langsung dengan dinamika sosial, politik, dan kebangsaan yang semakin rumit. 

"Dalam kondisi seperti ini, ketulusan saja tidak cukup. Diperlukan sistem kelembagaan yang kuat, agar kewibawaan ulama tetap terjaga dan organisasi tidak terseret pada tarik-menarik kepentingan," ucapnya.

logo Nahdlatul Ulama
Photo :
  • Dok. NU

Wakil Ketua PWNU Jawa Timur 2018-2023 berkata, ada enam prinsip dasar penataan kepemimpinan NU. Kepenataan kelembagaan NU harus berpijak pada prinsip-prinsip dasar yang selaras dengan tradisi pesantren dan ruh jam’iyyah, yakni:

1. Supremasi Kepemimpinan Ulama
2. Pemisahan Tegas Antar Otoritas
3. Musyawarah Mufakat sebagai Prinsip Mutlak
4. Kepemimpinan Kolektif-Kolegial
5. Anti-Kooptasi dan Anti-Politik Transaksional
6. Kesinambungan Tradisi dan Keterbukaan Zaman

Baca Juga :
Aksi Cinta Lingkungan Warnai Pembukaan Diklatsar Paskokat Gelombang III di Lampung
Hasil Rapat Pleno, KNPI Tegaskan Dukung Astacita Presiden Prabowo
Prahara Korupsi dan Zionisme di Bumi NU

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mesin Pompa Pengendali Banjir di Bekasi Terbakar, Wali Kota Saksikan Langsung
• 2 jam lalukompas.com
thumb
PSG dan Newcastle Saling Bunuh, Presiden Barcelona Sesumbar Finis 8 Besar di Liga Champions
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Terjang Hujan, Menteri Ara Naik Beko Saat Land Clearing Rusun Meikarta
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Nilai Tukar Rupiah: Menakar Isu Independensi BI dan Ekspektasi Pasar Awal 2026
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Bukan Burden Sharing, Ini Strategi Fiskal-Moneter Thomas Djiwandono
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.