Pantau - Petugas gabungan menangani tembok pembatas yang ambruk di Jalan Cempaka 1 RT 03/09 Cakung Timur, Cakung, Jakarta Timur, pada Rabu (28/1/2026) pagi setelah bangunan tersebut dilaporkan runtuh ke saluran air.
Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kelurahan Cakung Timur Andreas Dwi Mulyanto mengatakan penanganan yang dilakukan pihaknya masih bersifat awal sebelum diserahkan kepada pengelola Jakarta Garden City sebagai pemilik tembok.
“Kita hanya bantu penanganan awal, untuk selanjutnya diserahkan pada Jakarta Garden City karena harus menggunakan alat berat,” ungkap Andreas.
Untuk penanganan awal, Kelurahan Cakung Timur mengerahkan tujuh personel Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang dibantu tim dari pengelola Jakarta Garden City serta Satuan Tugas Sumber Daya Air Kecamatan Cakung.
Kepala Satuan Pelaksana Sumber Daya Air Kecamatan Cakung Dian Nur Cahyono menjelaskan pembersihan puing harus segera dilakukan agar tidak menyumbat saluran air.
Dian menyebutkan puing tembok yang dibiarkan terlalu lama berpotensi mengganggu aliran air dan memicu genangan di permukiman warga sekitar.
“Kita kerahkan 12 personel Satgas SDA untuk penanganan, yaitu seluruh puing, baik batu kali, tembok pembatas maupun tanah merah, dibersihkan dari dasar saluran air,” ujar Dian.
Proses pembersihan puing ditargetkan rampung dalam waktu tiga hari ke depan sebelum penanganan lanjutan sepenuhnya diserahkan kepada pihak Jakarta Garden City.
Peristiwa ambruknya tembok pembatas terjadi pada Rabu pagi dengan panjang tembok sekitar 30 meter dan tinggi kurang lebih 4 meter.
Tembok pembatas dan turap saluran air dilaporkan ambruk ke dasar saluran, bahkan sebagian puing menghantam dan merusak turap di seberangnya serta jatuh ke lahan kosong di bawahnya.
Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Saksi mata Marzuki (40), petugas PPSU Cakung Timur, mengatakan dirinya melihat langsung kondisi tembok yang sudah dalam keadaan rubuh saat sedang membersihkan sampah di saluran Penghubung Cakung Timur.
“Saya melihat tembok pembatas itu sudah rubuh. Tahap awal, kita membersihkan sampah dan sebagian puingnya yang menyumbat saluran ini,” ungkap Marzuki.
Marzuki berharap proses pembersihan dapat berjalan lancar dan tidak ada lagi bangunan yang menghalangi aliran air setelah penanganan selesai.



