REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menggenjot penyaluran pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk Solusi Emas Hijrah yang kini dapat diajukan nasabah secara daring melalui mobile banking Muamalat Din. Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/1/2026), mengatakan terobosan ini diharapkan dapat meningkatkan animo sekaligus mengakselerasi jumlah nasabah baru yang mengakses pembiayaan emas secara cicilan di Bank Muamalat.
“Pembiayaan emas lewat Muamalat DIN ini dapat menjadi game changer untuk memasarkan dan meningkatkan portofolio pembiayaan emas Bank Muamalat,” kata Ricky.
Baca Juga
OJK Jelaskan Mekanisme ‘Rem Darurat’ saat IHSG Tertekan
IHSG Ambruk Dua Hari, Bos Danantara Dukung Langkah MSCI Dorong Bersih-Bersih Bursa
PTPN I Produksi CO2 Cair Ramah Lingkungan dan Halal dari Pabrik Etanol
Ia menambahkan, dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian, perseroan juga telah melengkapi pembiayaan emas dengan asuransi sebagai mitigasi risiko akibat fluktuasi harga emas.
Ricky optimistis terhadap kinerja pembiayaan emas yang menjadi salah satu fokus bisnis konsumer perseroan pada tahun ini.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Optimisme tersebut turut didukung digitalisasi layanan untuk menjaring nasabah generasi muda di tengah daya tarik emas sebagai aset likuid dan instrumen diversifikasi investasi.
Ricky menjelaskan pengajuan pembiayaan emas melalui Muamalat DIN juga relatif mudah. Setelah masuk (log in) ke Muamalat DIN, nasabah dapat menuju menu “Pembiayaan”, lalu memilih “Ajukan Pembiayaan Baru”. Selanjutnya, nasabah dapat melanjutkan transaksi sesuai petunjuk yang tersedia.
Menurut perseroan, penetrasi produk Solusi Emas Hijrah masih sangat potensial. Oleh karena itu, perseroan akan terus mendorong inklusi pembiayaan emas syariah serta menawarkannya kepada nasabah eksisting maupun masyarakat luas.
Sebagai informasi, hingga Desember 2025, pembiayaan Solusi Emas Hijrah melonjak 33 kali lipat secara year on year (yoy) dengan pertumbuhan mencapai Rp 1,1 triliun. Sementara itu, jumlah rekening (number of account) juga meningkat tajam sebesar 1.218 persen (yoy) menjadi 24.335 rekening.