Menko Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilaksanakan saat ramadan. Ia menjelaskan akan ada penyesuaian jenis makanan yang diberikan kepada anak sekolah, khususnya yang berpuasa.
“Kita tadi sudah memutuskan pelaksanaan MBG pada bulan Ramadan tetap berjalan karena anak sekolah masuk diberikan makanannya yang kering,” kata Zulhas dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (29/1).
Untuk anak-anak sekolah yang tidak berpuasa, Zulhas mengatakan mereka akan tetap mendapatkan pelayanan normal, dengan pembagian makanan seperti biasa. Begitu juga dengan balita, ibu hamil, dan ibu menyusui yang juga akan mendapatkan pelayanan makanan MBG secara reguler.
“Nah yang pesantren geser waktu ngasihnya sore pas buka jadi nggak ada perubahan, hanya SMA umum yang muslim itu ganti makanan kering, lain-lainnya tetap ya,” terang Zulhas.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan memberikan contoh menu MBG saat ramadan. “Contoh (menu MBG) untuk puasa nih, kurma, telur rebus atau telur asin atau telur pindang, buah, susu, abon,” ungkap Dadan.
“Anak sekolah di daerah yang mayoritas puasa itu akan dibagikan di siang hari untuk dibawa pulang, untuk menjadi menu pada saat buka. Untuk anak sekolah di daerah yang mayoritas tidak puasa, pelayanan normal,” tambahnya.
Dadan juga menanggapi kabar adanya anak yang tidak diberikan jatah MBG setelah ibunya mengkritik menu MBG. Menurut Dadan, BGN merupakan institusi yang terbuka, sehingga menerima kritik dari berbagai pihak.
"Semua orang berhak mengawasi seluruh menu yang dihasilkan oleh SPPG dan siapa saja yang mengevaluasi, diapresiasi oleh BGN. Jadi kalau ada yang viral-viral, yang jelek-jelek, BGN senang karena itu teguran untuk SPPG,” tutur Dadan.



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F28%2F2650d12ce1d20ca1aa96f92e062e913d-20260128_134428.jpg)