Revamping Pabrik Pupuk Kaltim Diresmikan, Mentan: Efisiensi Capai 16 Persen

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Bontang 

Peremajaan pabrik dorong peningkatan produksi pertanian, hemat Rp200 miliar per tahun, dan kurangi emisi 110.000 ton CO₂.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menghadiri peresmian revamping Ammonia Pabrik-2 PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), anak usaha PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), di Bontang, Kamis, 29 Januari 2025.

Peremajaan pabrik ini menjadi tonggak penting penguatan industri pupuk nasional yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung swasembada pangan.

Mentan Amran menyatakan, revamping pabrik menghasilkan efisiensi sebesar 16 persen, setara penghematan biaya sekitar Rp200 miliar per tahun, serta menurunkan emisi hingga 110.000 ton CO₂ ekuivalen.

“Peremajaan ini berdampak langsung pada peningkatan produksi pertanian nasional, efisiensi biaya, dan penguatan swasembada pangan,” ujar Amran.

Ia menekankan, ketepatan waktu dan kecukupan pupuk menjadi faktor utama keberhasilan produksi pertanian. Keterlambatan distribusi, meski hanya satu minggu, bisa menghilangkan potensi produksi hingga satu ton per hektare.

Menurutnya, tahun 2023–2024, akibat keterlambatan dan volume pupuk yang tidak cukup, Indonesia harus mengimpor 7 juta ton pupuk senilai sekitar Rp100 triliun.

“Berkat kinerja Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim, produksi kita naik dan nilai tambahnya mencapai Rp132 triliun,” tambah Amran.

Amran juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong hilirisasi pertanian, mengurangi ketergantungan impor, dan memperluas ekspor produk bernilai tambah.

“Mimpi kita adalah seluruh komoditas pertanian hilirisasi, hentikan impor, dorong ekspor barang jadi, dan memastikan petani Indonesia sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PIHC, Rahmad Pribadi, menjelaskan peremajaan ini bagian dari rencana revitalisasi tujuh pabrik dalam lima tahun ke depan. Setelah revamping, pabrik diharapkan menurunkan konsumsi gas 4 MMBtu per ton ammonia, menekan emisi karbon hingga 110.000 ton CO₂ per tahun, serta meningkatkan efisiensi biaya produksi.

"Pabrik-2 Pupuk Kaltim memiliki nilai historis tinggi. Pabrik ini dulu diresmikan pada 29 Oktober 1984 oleh Presiden Soeharto saat Indonesia mencapai swasembada pangan, dan kini diremajakan bertepatan pengumuman swasembada pangan oleh Presiden Prabowo," ucapnya.

Peresmian proyek ini menegaskan komitmen pemerintah memperkuat fondasi industri pupuk nasional sebagai penopang utama swasembada pangan melalui modernisasi teknologi, efisiensi energi, dan pengurangan emisi karbon, yang diharapkan meningkatkan produktivitas pertanian berkelanjutan dan kesejahteraan petani.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dulu Cuma Bisa Liat di TV, 2 Bintang Persib Ini Akui Masih Tak Menyangka Bisa Serumput dengan Layvin Kurzawa
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Ahok Singgung Keuntungan Terbesar Pertamina di Sidang Kasus Minyak
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Bahas Dampak MSCI, Ini Bocoran Pertemuan Seskab Teddy, Purbaya dan Airlangga
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Penjelasan KAI soal Penumpukan Penumpang di Stasiun Tanah Abang saat Jam Pulang Kerja Hari Ini
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Terhenti 17 Tahun, Pramono Eksekusi Pembebasan Lahan Normalisasi Kali Ciliwung
• 5 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.