Normalisasi Sungai Ciliwung Dilanjutkan, Pembebasan Tanah Dikebut

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Program normalisasi Sungai Ciliwung di Jakarta dilanjutkan dengan target sepanjang 4 kilometer hingga akhir tahun 2027. Pembebasan tanah dikebut sepanjang tahun 2026 di wilayah Cawang, Rawajati, dan Pengadegan serta penetapan lokasi di 10 kelurahan lain untuk mengejar target tahun 2027.

Sungai Ciliwung merupakan satu dari 13 aliran sungai yang bermuara di Teluk Jakarta. Sungai ini kerap meluap dan berdampak pada banyak wilayah sehingga pemerintah pun melakukan normalisasi sepanjang 33,69 kilometer (km).

Hingga kini, normalisasi segmen Pintu Air Manggarai-Jalan MT Haryono sepanjang 7,01 kilometer dengan rencana pembangunan tanggul sepanjang 14,99 km pada dua sisi baru terealisasi 8,24 km.

Sementara itu, segmen Jalan MT Haryono-Jalan TB Simatupang sepanjang 12,89 km dengan rencana pembangunan tanggul sepanjang 18,70 km sudah terealisasi 8,90 km.

Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta menyebut, normalisasi dapat mereduksi banjir dari luapan Sungai Ciliwung sampai 40 persen. Pada Kamis (29/1/2026), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau lokasi pembebasan lahan untuk normalisasi di Cawang, Jakarta Timur. Rumah-rumah warga diberi kode warna sebagai tanda status tanah.

Di Cawang, kebutuhan pembebasan lahan mencapai 411 bidang sepanjang 2.401 meter. Pada tahun 2025, telah dibebaskan 20 bidang tanah sepanjang 150 meter. Selanjutnya, tahun ini akan dibebaskan 133 bidang tanah dengan luas 557 meter persegi. Sisanya akan dibebaskan pada 2027.

Baca JugaAtasi Banjir, Pengerukan Kali-kali di Jakarta Berkejaran dengan Cuaca

Sri Suhartati, salah satu warga terdampak normalisasi di Cawang, mengaku sudah mengosongkan rumah nomor 58 miliknya. Untuk sementara, ia menumpang di rumah tetangga. "Barang-barang hanyut kebawa air pas banjir pertama Januari lalu," kata Sri. Kini ia menanti pembayaran ganti untung setelah bidang tanahnya divalidasi.

Rumah tetangga Sri itu juga tak lama lagi akan dibebaskan. Bidang tanahnya dalam proses validasi. Pekan depan, kata Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum, akan dibayarkan pembebasan lahan 17 bidang tanah di Cawang.

Kelanjutan normalisasi

Dalam program normalisasi Sungai Ciliwung, Pemprov DKI Jakarta bertugas membebaskan lahan. Pekerjaan normalisasi berupa pelebaran, penataan, dan penurapan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Menurut Ika, tahun ini, program normalisasi dilanjutkan di Cawang, Rawajati, dan Pengadegan. Selain itu, pada tahun ini, akan dilakukan penetapan lokasi normalisasi di 10 kelurahan tersisa.

Baca JugaTerhenti Sejak 2017, Normalisasi Ciliwung Kembali Dilanjutkan

"Dari 14 kelurahan, sudah dikeluarkan penetapan lokasinya empat. Secara bertahap sampai dengan akhir tahun 2026 akan dikeluarkan seluruh penetapan lokasinya. Jadi sampai dengan akhir 2027 nanti masif pekerjaan di lapangan," kata Ika.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum sudah memulai pekerjaan sepanjang 1 km dari target 4 km sampai tahun 2027. Anggaran tahun ini mencapai Rp 300 miliar.

Seusai peninjauan, Pramono menyebut, normalisasi Sungai Ciliwung merupakan bagian penting dari upaya untuk mengatasi banjir jangka menengah di Jakarta. "Sempat terhenti dari tahun 2017, lalu dilanjutkan kembali. Normalisasi menjadi penting untuk kurangi 40 persen banjir," ucapnya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu ingin normalisasi Sungai Ciliwung berjalan lancar tanpa kegaduhan. Oleh karena itu, pembebasan lahan dilakukan secara kekeluargaan.

"Adem ayem, senyap lah. Semua pembebasan lahan dilakukan langsung oleh pemerintah. Tidak melalui siapa pun. Kemudian Badan Pertanahan Nasional yang memvalidasi," kata Pramono.

Secara bertahap sampai dengan akhir tahun 2026 akan dikeluarkan seluruh penetapan lokasinya. Jadi sampai dengan akhir 2027 nanti masif pekerjaan di lapangan

Adapun Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi DKI Jakarta melaporkan, pembebasan tanah di Cawang dan Cililitan sudah mendekati 100 persen. Ini disebut kemajuan yang luar biasa karena terlaksana dengan baik tanpa ada gejolak.

Pramono mempersilakan warga yang ingin direlokasi ke rumah susun setelah pembebasan lahan. Namun, mereka wajib memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan dari rumah

Sementara itu, banjir kembali melanda Jakarta seiring hujan deras pada 28-29 Januari 2026. Pembelajaran jarak jauh dan imbauan sistem kerja fleksibel, seperti penyesuaian jam kerja dan bekerja dari rumah, diperpanjang hingga 1 Februari nanti.

Badan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta melaporkan, hingga Kamis ini pukul 11.00 WIB, sebanyak 28 RT dan 11 ruas jalan dilanda banjir. Ketinggian banjir mulai 10 cm sampai 1,5 meter.

Pramono menyebut, pembelajaran jarak jauh dan imbauan sistem kerja fleksibel diperpanjang karena masih ada potensi hujan lebat hingga pengujung Januari. Potensi tersebut berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

"Curah hujan masih tinggi sampai dengan 1 Februari. Maka sudah diputuskan diperpanjang," ucap Pramono.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Reaksi Ketua KPK Ketika Ditanya Kemungkinan Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
QRIS Tembus 8 Negara, Bank Indonesia Bidik 17 Miliar Transaksi Digital dan 60 Juta Pengguna di 2026
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Cuaca Ekstrem Sebabkan Genangan Air di Akses Menuju Stasiun Halim, Penumpang Disarankan Gunakan LRT dan Jalan Tol
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Guru SD Yang Dipolisikan Usai Nasihati Murid Minta Maaf: Niatan Saya untuk Kebaikan Anak
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
BMKG Tegaskan Modifikasi Cuaca untuk Mitigasi Bencana, Bukan Pemicu Cuaca Tak Stabil
• 14 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.